Kericuhan Warnai Penertiban Lapak PKL di Jalan Satando Makassar
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Kericuhan mewarnai penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Satando, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, saat tim gabungan turun melakukan penertiban, Kamis (26/3/2026).
Kericuhan terjadi ketika petugas dari Satpol PP bersama aparat TNI-Polri hendak menertibkan lapak yang diduga berdiri di atas fasilitas umum. Kedatangan petugas yang juga membawa alat berat langsung mendapat perlawanan dari massa.
Situasi memanas ketika massa dan petugas terlibat aksi saling dorong. Bahkan, petugas dipaksa mundur setelah massa melempari batu, balok kayu hingga menyalakan petasan ke arah aparat.
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, mengatakan penertiban untuk sementara waktu ditunda guna menghindari konflik yang lebih luas.
Menurutnya, warga mengklaim lahan tersebut bukan fasilitas umum, melainkan tanah adat yang dimiliki ahli waris setempat. Polisi pun kini tengah menelusuri dokumen yang diajukan warga untuk memastikan keabsahannya.
“Untuk sementara kita tunda dulu penertiban sambil menelusuri dokumen kepemilikan yang baru diserahkan kepada kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan status lahan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), lokasi tersebut sebelumnya tercatat sebagai fasilitas umum. Namun, klaim warga tetap akan diverifikasi secara menyeluruh.
Dalam pengamanan tersebut, sekitar 150 personel Polres Pelabuhan Makassar dikerahkan, dibantu sekitar 250 personel Satpol PP serta unsur TNI, termasuk Babinsa dan Angkatan Laut.
Meski penertiban ditunda, sebagian lapak di bagian depan dilaporkan telah dibongkar secara mandiri oleh warga usai dilakukan mediasi antara aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, dan perwakilan massa.
Hingga kini, situasi di lokasi berangsur kondusif, sementara aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan.
Editor : Muhammad Nur