Ratusan Siswa SD di Barru Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah
Ia mencontohkan salah satu sekolah di wilayah pegunungan yang sebelumnya belum memiliki akses listrik, jaringan komunikasi, maupun air bersih. Bahkan sebagian siswa harus berjalan kaki melewati hutan dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk dapat bersekolah.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak tetap mendapatkan haknya memperoleh pendidikan. Karena itu kami mengambil berbagai kebijakan, mulai dari membuka kelas jauh di daerah terpencil, memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), hingga mengangkat guru kontrak berbasis lokal agar pelayanan pendidikan tetap berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan mitra kemanusiaan, sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang sulit dijangkau.
Sementara itu, Pembina Yayasan Ibnu Sina Peduli Hands for Help, Aso Malluluang menyampaikan rasa syukur karena yayasan bersama mitranya dapat hadir dan berbagi dengan anak-anak di Kabupaten Barru.
Ia menjelaskan bahwa Yayasan Ibnu Sina Peduli bersama mitra internasionalnya bergerak di bidang sosial dan pendidikan, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
“Kami merasa sangat bersyukur bisa berada di Kabupaten Barru. Ini merupakan pertama kalinya kami hadir di sini, dan kami berharap kegiatan hari ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi kebaikan yang bisa kita lakukan bersama di masa mendatang,” ujarnya.
Editor : Muhammad Nur