PSM Makassar Terpuruk, Munafri Arifuddin Hadir di Latihan Bakar Semangat Pemain
Kondisi tersebut, lanjut Appi, menjadi alasan utama dirinya turun langsung menemui pemain dan manajemen. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak tim, termasuk pelatih, untuk memastikan adanya langkah konkret dalam membangkitkan mental dan performa tim.
"Itulah makanya saya datang, saya bicara dengan Pak Sadikin, saya bicara untuk memastikan tim ini kembali punya semangat untuk menang, punya kemampuan," katanya.
Menurut Munafri, secara komposisi, skuad PSM saat ini tergolong kompetitif. Namun, dibutuhkan sentuhan manajerial dan strategi yang tepat agar permainan kolektif tim bisa kembali maksimal.
"Saya yakin kalau melihat komposisi, ini tidak jelek amat, tapi butuh manajerial, butuh cara untuk membangkitkan bagaimana bisa mereka bermain bola secara kolektif, bermain bola untuk meraih kemenangan," imbuhnya.
Dia menekankan pentingnya momentum kebangkitan, khususnya pada laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pekan depan. Menurutnya, laga tersebut bisa menjadi titik balik sebelum kembali bermain di kandang.
"Kalau momentum ini bisa kita dapatkan di Jogja sebelum kembali ke sini untuk bermain kandang, maka itu sangat penting," tuturnya.
Appi juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai budaya lokal seperti Siri’ na Pacce dalam diri para pemain sebagai sumber semangat juang dan solidaritas tim.
"Ini yang kita harapkan, supaya mereka punya fighting spirit, punya Siri’ na Pacce. Makanya saya minta untuk datang langsung bertemu pemain, setidaknya kita bisa memberikan semangat buat mereka," ucapnya.
Dia menegaskan bahwa tim tidak boleh terjebak dalam situasi monoton. Perlu adanya perubahan nyata, baik dari sisi taktik, manajemen, maupun komposisi tim agar pemain yang kurang mendapat kesempatan bisa termotivasi menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Supaya pemain yang selama ini merasa tidak terpakai bisa termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya," jelasnya.
Editor : Muhammad Nur