Sosok Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, Keponakan Eks Panglima ABRI Jenderal Feisal Tanjung
Alih-alih ditempatkan di daerah nyaman, ia justru mendapat penugasan awal di Bengkulu.
“Dinas pertama di Polda Bengkulu. Di sana saya pernah menjabat beberapa posisi, termasuk Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian,” ucapnya.
Di wilayah tersebut, ia mengawali kariernya di bidang reserse kriminal (Reskrim), menangani berbagai kasus kejahatan yang menuntut ketegasan dan keberanian.
Penugasan di Bengkulu menjadi titik awal pembentukan karakter kepemimpinannya sebagai seorang aparat penegak hukum.
Dalam salah satu pengalaman awalnya, Aldy pernah menghadapi situasi berbahaya saat melakukan penangkapan pelaku kejahatan.
Ia bahkan sempat dikeroyok oleh puluhan orang saat bertugas, ketika massa salah paham dan mengira dirinya sebagai pelaku kejahatan.
Peristiwa tersebut menjadi ujian mental sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya di kepolisian.
Tidak hanya itu, sepanjang kariernya, Aldy dikenal sebagai sosok yang beberapa kali nyaris kehilangan nyawa saat bertugas.
Ia pernah mengalami kejadian ekstrem, mulai dari hampir tenggelam di laut hingga mengalami luka tembak di kepala saat menghadapi pelaku kriminal.
Karena berbagai pengalaman tersebut, ia bahkan dijuluki sebagai “polisi dengan sembilan nyawa”.
Julukan itu menggambarkan betapa berat dan berisikonya tugas yang ia jalani selama bertahun-tahun sebagai aparat kepolisian.
Editor : Muhammad Nur