Inovasi di Balik Jeruji, Gerakan Lingkungan Tumbuhkan Kesadaran Baru di Lapas Makassar
Implementasi gerakan ini dilakukan melalui penyemprotan eco enzyme secara rutin di berbagai titik strategis, termasuk drainase, area lembap, hingga kamar hunian warga binaan. Langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kebersihan, tetapi juga menciptakan lingkungan hidup yang lebih layak.
Namun demikian, kekuatan utama program ini terletak pada aspek pemberdayaan. Warga binaan tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek aktif dalam proses produksi eco enzyme yang dilakukan di Kebun Asimilasi dan Edukasi.
“Eco enzyme yang digunakan tidak dibeli atau didatangkan dari luar, melainkan diproduksi secara mandiri. Warga binaan dilibatkan untuk belajar mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Pendekatan ini mencerminkan transformasi nilai, dari sekadar pengelolaan kebersihan menjadi pembangunan kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Dalam konteks yang lebih luas, gerakan ini juga menjadi kritik terhadap cara pandang lama yang menempatkan limbah sebagai sesuatu yang tidak bernilai.
“Limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari manfaat baru. Kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi budaya yang harus dibangun bersama,” tutur Mashud.
Keberhasilan penerapan eco enzyme di berbagai sektor di Makassar, termasuk lingkungan perkotaan dan industri perhotelan, semakin memperkuat optimisme bahwa program ini dapat memberikan dampak nyata di dalam lapas.
Editor : Muhammad Nur