Dari Udang hingga Nanas, Bupati Barru Bahas Optimalisasi Potensi dengan BPS RI
JAKARTA, iNewsCelebes.id - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, melakukan audiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS RI, kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemanfaatan data statistik sekaligus memetakan potensi ekonomi Kabupaten Barru agar dapat dikembangkan lebih optimal.
Dalam pertemuan itu, Amalia memaparkan sejumlah indikator ketenagakerjaan Barru yang menunjukkan tren positif.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), baik laki-laki maupun perempuan, mengalami peningkatan dalam periode 2023 hingga 2025. Di saat yang sama, tingkat pengangguran tercatat terus menurun.
“Hal ini mencerminkan perbaikan struktur ekonomi dan meningkatnya aktivitas produktif masyarakat,” ujar Kepala BPS RI kepada wartawan.
Dari sisi makro, pertumbuhan ekonomi Barru pada 2025 tercatat sebesar 5,16 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik, meski masih memiliki ruang untuk ditingkatkan melalui penguatan sektor unggulan daerah.
Potensi Barru dinilai menonjol di sektor perikanan dan pertanian. Komoditas udang menjadi salah satu andalan dengan produksi sekitar 4,4 ribu ton per tahun, menjadikan Barru sebagai produsen terbesar keempat di Sulawesi Selatan.
Selain itu, budidaya rumput laut juga berkembang dengan peluang hilirisasi industri yang dinilai menjanjikan.
Di sektor hortikultura, Barru juga menunjukkan daya saing yang kuat. Daerah ini tercatat sebagai produsen nanas terbesar di Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai sekitar 410 ribu kuintal, serta menjadi produsen melon terbesar kedua.
“Capaian ini menegaskan Barru sebagai salah satu lumbung pangan dan agribisnis potensial di kawasan tersebut,” kata Amalia.
Ia menambahkan, karakteristik wilayah Barru yang terdiri dari pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan menjadikannya sebagai daerah dengan spektrum potensi ekonomi yang lengkap, mulai dari kelautan hingga pertanian berbasis wilayah.
Dalam audiensi tersebut, turut dibahas dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
BPS mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui penerbitan surat edaran guna menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.
Sementara itu, Andi Ina menegaskan komitmennya menjadikan data sebagai dasar utama dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.
“Ke depan, seluruh program prioritas daerah akan disusun lebih terarah, terukur, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat sebagaimana tergambar dalam data statistik yang akurat dan mutakhir,” tegasnya.
Ia juga mendorong percepatan hilirisasi potensi unggulan, khususnya pada sektor perikanan, pertanian, dan hortikultura. Menurutnya, komoditas seperti udang, rumput laut, nanas, dan kopi harus dikembangkan hingga tahap pengolahan dan pemasaran bernilai tambah.
Pemerintah Kabupaten Barru, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan dukungan data dari BPS RI, Barru optimistis dapat bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Editor : Muhammad Nur