get app
inews
Aa Text
Read Next : Mubes IKA Unhas, Mentan Amran Sulaiman Jadi Calon Tunggal Ketua Periode 2026–2030

Bukan Sekadar Dapur Umum, BGN Dorong Kampus Jadi Pusat Edukasi Gizi Nasional

Selasa, 05 Mei 2026 | 16:21 WIB
header img
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang usai kegiatan BGN Goes To Campus di Unhas. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah kini melibatkan perguruan tinggi sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi salah satu motor penggeraknya.

Program unggulan pemerintah ini mulai bertransformasi menjadi pusat riset keamanan pangan berbasis kampus, tak lagi sekadar dapur dan distribusi makanan.

Hal ini dikatakan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang dalam kegiatan BGN Goes To Campus yang digelar di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Selasa (5/5/2026).

Nanik menyatan bahwa kampus akan menjadi pusat edukasi sekaligus benteng utama pencegahan risiko pangan.

Selama ini dikatakan, penanganan kasus keracunan makanan cenderung bersifat reaktif. Melalui keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pendekatan itu diubah menjadi preventif berbasis riset.

“Kalau sebelumnya kita bergerak setelah kejadian, sekarang kita ingin mencegah sejak awal. Bahkan sebelum bakteri muncul, sudah bisa diantisipasi,” kata Nanik S. Deyang kepada wartawan.

Nanik menyebut, SPPG di Unhas akan dikembangkan sebagai “laboratorium hidup” yang tidak hanya mengkaji aspek gizi, tetapi juga keamanan pangan dan kesehatan lingkungan secara komprehensif.

Penelitian akan mencakup jenis makanan, teknik pengolahan, hingga potensi risiko yang bisa ditekan sejak dini.

Tak berhenti di laboratorium, BGN juga akan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) lintas disiplin ilmu untuk terjun langsung ke sekolah-sekolah.

Mahasiswa dari bidang kedokteran, gizi, hingga kesehatan masyarakat akan menjadi ujung tombak edukasi, menyampaikan pentingnya pola makan sehat kepada anak-anak.

“Kampus tidak boleh hanya jadi menara gading. Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, membawa pemahaman gizi yang benar,” jelas Nanik.

Rektor Unhas Tegaskan: Ini Pengabdian, Bukan Proyek

Sementara itu, Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menepis anggapan bahwa pembangunan SPPG di kampus merupakan proyek bisnis.

“Ini bukan soal keuntungan. Ini bagian dari pengabdian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas SPPG justru menjadi ruang pembelajaran skala besar bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang riset mendalam, termasuk kajian mikrobiologi hingga tingkat metagenomik.

“Kalau kita ingin solusi berbasis sains, maka kampus harus punya peran nyata. Dari sini kita bisa memahami bakteri apa yang berbahaya dan bagaimana cara mencegahnya. Universitas harus jadi bagian dari solusi,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut