Kuota SMP Negeri Kurang 3.000 Kursi, Pemkot Makassar Siapkan Sekolah Swasta Gratis
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Selain mengandalkan sekolah negeri, Pemkot juga melibatkan sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kapasitas penerimaan siswa tahun ini telah disesuaikan dengan jumlah sekolah yang tersedia di setiap jenjang pendidikan.
“Iya, kalau untuk tahun ini sesuai dengan jumlah sekolah. Untuk PAUD sendiri masing-masing sekolah itu sekitar 100 siswa,” kata Achi Soleman di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Sabtu.(17/05/2026).
Ia menjelaskan, pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdapat lima sekolah dengan total daya tampung sekitar 500 siswa.
Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), sebanyak 314 sekolah negeri disiapkan dengan kapasitas penerimaan mencapai sekitar 18 ribu siswa.
Namun, pada jenjang SMP negeri, daya tampung masih terbatas. Dari 55 SMP negeri yang tersedia, kapasitas penerimaan hanya berkisar 15 ribu siswa, sedangkan jumlah lulusan SD tahun ini diperkirakan mencapai 18 ribu siswa.
“Jumlah lulusan SD kurang lebih 18.000. Untuk penerimaan di SMP sekitar 15.000,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sekitar 3.000 siswa berpotensi tidak tertampung di SMP negeri. Meski demikian, Pemkot Makassar memastikan seluruh siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah swasta.
Menurut Achi, saat ini sudah ada 60 sekolah swasta yang siap menerima siswa lulusan SD sebagai bagian dari kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
“Sekarang sudah ada 60 sekolah swasta yang siap menampung siswa-siswa yang lulus di jenjang SD,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah swasta dalam program tersebut bahkan membuka akses pendidikan tanpa memungut biaya dari siswa.
“Iya, cukup (kuota). Karena kami alihkan ke sekolah swasta dan tidak ada bayaran sama sekali,” tegasnya.
Selain sekolah swasta, madrasah juga disiapkan sebagai alternatif pendidikan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
Achi menilai seluruh jalur pendidikan, baik negeri maupun swasta, memiliki kualitas yang mampu menunjang proses belajar siswa.
“Semua anak bisa tertampung di sekolah, apakah itu sekolah negeri atau sekolah swasta,” ujarnya.
Pada tahun sebelumnya, Pemkot Makassar telah mengalihkan sekitar 600 siswa ke sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri.
Pemerintah kota optimistis kebijakan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta tersebut dapat mencegah anak putus sekolah sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan di Kota Makassar.
Editor : Muhammad Nur