Kabar Baik! Layanan BPJS Kesehatan Kini Hadir di RS UIN Alauddin Makassar
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Kabar baik bagi pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar kini resmi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan setelah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal ini terungkap setelah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada Kamis (20/5/2026) dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta peninjauan rumah sakit pada Jumat (22/5/2026).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan.
“Jadi pada hari ini rumah sakit tipe C yang sudah resmi melakukan PKS kerja sama dengan BPJS yang ditandatangani pada tanggal 20 Mei dua hari yang lalu, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional,” ujar Prihati kepada wartawan setelah peninjauan pada Jum'at sore (22/05/2026)..
Menurut Prihati, sebelum kerja sama dilakukan, rumah sakit telah melalui proses analisa dan penilaian kelayakan sehingga dinyatakan siap memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku.
“Sudah dilakukan analisa bahwa rumah sakit ini layak untuk dibekerjasamakan, layak untuk segera melakukan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku," jelasnya.
Ia berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena persoalan biaya berobat.
"Rakyat, peserta di sekitar rumah sakit ini segera mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan dan jangan sampai ada yang jatuh miskin karena biaya yang berubah,” harapnya.
Prihati menjelaskan, jika BPJS Kesehatan dalam menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan selalu berpedoman pada tiga pilar utama.
“Fasilitas kesehatan menggunakan tiga pilar utama yaitu membuka atau menjaga akses pelayanan, menjaga pelayanan yang berkualitas, dan mampu membuat proteksi finansial terutama kepada para peserta JKN yang dilayani rumah sakit ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang kesehatan.
“Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa dalam 17 program prioritas, nomor tujuh adalah peningkatan pelayanan kesehatan. Kita akan selalu melakukan perbaikan dalam akses, kualitas, dan perlindungan finansial kepada peserta JKN,” tambahnya.
Prihati juga mengapresiasi kesiapan fasilitas RS UIN Alauddin Makassar usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruangan pelayanan.
“Memang ini bagus, seperti bangunan baru, bagus, sudah siap layak digunakan. Beberapa kamar sudah memenuhi standar KRIS menurut Kementerian Kesehatan. Kalau standar minimal empat tempat tidur, di sini malah tiga tempat tidur. Ini memberikan kenyamanan kepada pasien dan dapat menurunkan angka infeksi nosokomial sehingga pasien bisa lebih cepat sembuh,” tuturnya.
Selain itu, menurutnya kapasitas tempat tidur pasien, ICU, hingga fasilitas UGD dinilai cukup memadai untuk ukuran rumah sakit tipe C.
Pada kesempatan itu, Prihati juga menyoroti pentingnya kepesertaan BPJS bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang jumlahnya mencapai sekitar 31 ribu orang.
“Kalau ada mahasiswa dari luar daerah, kepesertaan BPJS-nya bisa dipindahkan. Ini perlu dihitung dengan baik supaya mahasiswa yang BPJS-nya aktif dari luar kota bisa tetap mendapatkan pelayanan di sini,” katanya.
Ia menegaskan keberadaan rumah sakit di lingkungan kampus akan memberikan rasa aman bagi mahasiswa maupun orang tua.
“Ini cukup bisa memberikan perlindungan kesehatan kepada para mahasiswa. Tentunya Pak Rektor dan semua staf serta orang tua yang menitipkan anaknya belajar di sini menjadi lebih tenang,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, menekankan jika kerja sama ini akan memberi manfaat bagi civitas akademika dan masyarakat.
“Ini kebahagiaan luar biasa. Tentunya kita berharap kerja sama ini bisa menghasilkan kualitas kesehatan, pertama untuk civitas akademika UIN Alauddin yang jumlahnya sangat besar dan tentunya juga untuk masyarakat,” katanya disela kegiatan peninjauan fasilitas RS UIN Alauddin.
Disisi lain, Direktur RS UIN Alauddin Makassar, dr. Purnamaniswati, M.Kes., memastikan kesiapan rumah sakit dalam melayani peserta BPJS Kesehatan.
Menurutnya, operasional rumah sakit sebenarnya telah berjalan sejak diresmikan Menteri Agama pada Juli 2025. Selama beberapa bulan terakhir, rumah sakit telah menerima pasien umum sambil menunggu kerja sama BPJS aktif sepenuhnya.
“Untuk sarana dan prasarana sebenarnya kami sudah siap sejak awal. Sebelum bekerja sama dengan BPJS, kami juga telah melalui proses kredensialing bersama BPJS, Dinas Kesehatan, dan tim verifikator untuk memastikan kapabilitas rumah sakit,” kata dr. Purnamaniswati kepada wartawan pada Jum'at sore (22/05/2026).
Purnamaniswati menyebut jika peluncuran resmi dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa layanan BPJS kini tersedia di RS UIN Alauddin Makassar. Saat ini rumah sakit juga tengah menyempurnakan integrasi sistem dengan BPJS Kesehatan.
Pelayanan penuh peserta BPJS dijadwalkan mulai efektif pada 1 Juni 2026. Meski demikian, pasien peserta BPJS yang datang ke Unit Gawat Darurat tetap akan diterima dan dilayani.
“Kalau ada pasien BPJS datang ke UGD, tetap kami layani. Tidak akan kami tolak,” tegasnya.
Dalam mendukung pelayanan kesehatan, RS UIN Alauddin Makassar kini didukung sekitar 30 dokter spesialis untuk layanan rawat jalan dan poliklinik. Rumah sakit juga memiliki kapasitas 100 tempat tidur, dengan 70 tempat tidur di antaranya dialokasikan khusus bagi peserta BPJS atau JKN.
Selain ruang rawat inap standar, tersedia pula ruang intensif, ruang isolasi, fasilitas VIP, hingga empat ruang operasi yang akan dioperasikan secara bertahap sesuai pertumbuhan pasien.
RS UIN Alauddin Makassar juga mengusung konsep KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) dengan menghadirkan ruang perawatan yang lebih nyaman.
Bahkan untuk kelas standar, satu ruangan hanya diisi maksimal tiga tempat tidur serta dilengkapi sofa bed bagi pendamping pasien.
“Rumah sakit kami cukup nyaman. Bahkan untuk kelas paling rendah dalam standar KRIS, kami hanya menempatkan tiga tempat tidur dalam satu ruangan,” kata dr. Purnamaniswati.
Ia menambahkan, rumah sakit saat ini terus melengkapi standar pelayanan nasional agar dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan BPJS di Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Dengan dukungan tenaga medis, fasilitas kesehatan modern, serta pengembangan layanan yang terus dilakukan, RS UIN Alauddin optimistis dapat menjadi salah satu rumah sakit rujukan pelayanan BPJS di Makassar dan Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Bagi Nurlina, mahasiswi UIN Alauddin Makassar asal luar Luwu Utara, layanan kesehatan bukan sekadar soal berobat. Akan tetapi tentang rasa aman ketika sakit datang tanpa diduga.
“Selama ini kami mencari Rumah Sakit atau rujukan secara mandiri, kerja sama ini pastinya membuat kami Mahasiwa terasa lebih aman,” tegasnya.
Editor : Arham Hamid