Kisah Pilu di Balik Sungai Palakai Maros Berakhir, Kini Berdiri Jembatan Perintis Garuda Merah Putih
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan upaya menjawab kesulitan masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterbatasan akses transportasi.
"Hari ini pemerintah bersama TNI hadir untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Jembatan ini sangat vital karena memberikan manfaat bagi sekitar 1.623 warga dari dua desa yang selama puluhan tahun belum memiliki akses yang mudah," ujar Bangun Nawoko.
Ia menjelaskan, sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai secara langsung saat musim kemarau, sementara pada musim hujan mereka bergantung pada gondola yang ditarik menggunakan tali seling.
berharap jembatan tersebut dapat dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, terutama untuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
Kini, anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa rasa khawatir. Sementara petani dan pedagang lebih mudah mengangkut hasil bumi mereka ke pasar.
Jembatan yang selama ini hanya menjadi harapan akhirnya berdiri kokoh dan menjadi simbol berakhirnya penantian panjang warga Desa Bonto Manurung dan Desa Bontomatinggi.
Editor : Muhammad Nur