Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, Warga Cukup Siapkan Dua Ember
Advertisement . Scroll to see content

Makassar Jadi Lokasi Uji Smart JAMP, Proyek Jepang untuk Mitigasi Banjir Perkotaan

Selasa, 09 Juni 2026 | 16:17 WIB
  • author LeoMN
Makassar Jadi Lokasi Uji Smart JAMP, Proyek Jepang untuk Mitigasi Banjir Perkotaan
Pemkot Makassar dan Jepang Mulai Uji Sistem Canggih Pemantauan Banjir. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Banjir yang terus berulang setiap musim hujan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Makassar. Untuk memperkuat upaya penanganan, Pemerintah Jepang mulai merealisasikan dukungannya melalui proyek teknologi mitigasi banjir berbasis sensor dan pemantauan data secara real-time.

Proyek bernama Smart JAMP tersebut akan memasuki tahap uji coba tahun ini di sejumlah titik rawan banjir di Kota Makassar. Tahapan implementasi proyek dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan perwakilan Nihon Suido Consultants di Balai Kota Makassar, Selasa (9/6/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemkot Makassar dan pihak Jepang pada November 2025 lalu.

Menurut Munafri, kerja sama ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi masalah tahunan di sejumlah wilayah Kota Makassar.

“Bagi kami Kota Makassar ini sangat penting, karena setiap tahun kami terdampak banjir di beberapa area tertentu dan kadang-kadang banjir parah. Sehingga itulah kenapa kita memerlukan langkah antisipasi ini,” kata Munafri.

Munafri menegaskan dukungan pendanaan yang berasal dari pemerintah Jepang harus dimanfaatkan secara maksimal agar menghasilkan sistem pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan.

"Pendanaannya datang dari kementerian di Jepang, jadi ini benar-benar harus terus mengikuti prosesnya. Tolong dijalankan dengan benar," tegasnya kepada jajaran perangkat daerah.

Munafri berharap kerja sama dengan Jepang tidak hanya berhenti pada tahap uji coba, tetapi mampu menghasilkan sistem mitigasi banjir yang dapat diterapkan secara luas di Kota Makassar.

"Saya berharap kita bisa membangun kerja sama yang baik bersama untuk membuat sesuatu yang baik di Kota Makassar," tutupnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Senior Manager for Project Strategy Nihon Suido Consultants, TOBE Tatsuya, menjelaskan bahwa tahap awal proyek akan dimulai melalui demonstrasi skala kecil di kawasan yang kerap terdampak banjir.

Sistem Smart JAMP memanfaatkan teknologi sensor yang mampu memantau kondisi lapangan secara langsung dan menyajikan informasi secara real-time. Teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi sekaligus mempercepat respons pemerintah saat terjadi potensi banjir.

“Proyek akan kita mulai dengan demonstrasi skala kecil di titik rawan banjir Kota Makassar,” ujar Tatsuya.

Pemkot Makassar juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk aktif mengawal implementasi program tersebut. Evaluasi berkala akan dilakukan, termasuk melalui pertemuan virtual dengan tim Jepang guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target.

Kehadiran teknologi Smart JAMP dinilai menjadi harapan baru bagi Makassar yang selama ini masih menghadapi persoalan banjir saat curah hujan tinggi. Dengan sistem pemantauan berbasis data dan peringatan dini, pemerintah berharap risiko dan dampak banjir dapat ditekan lebih cepat dibandingkan pola penanganan konvensional.

 

 

 

Editor: Muhammad Nur

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut