Cleaning Service Puskesmas Tewas di Persawahan Luwu Timur, Polisi Ungkap Dugaan Motif Seksual
LUWU TIMUR, iNewsCelebes.id – Seorang wanita bernama Abi Limbong (22), warga Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas di area persawahan pada Kamis (11/6/2026). Korban ditemukan dengan sejumlah luka di bagian kepala saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya.
Abi diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di Puskesmas Kalaena. Korban berangkat dari rumah menuju tempat kerjanya di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena sekitar pukul 04.00 Wita. Jarak antara rumah dan puskesmas hanya sekitar 300 meter.
Keluarga mulai merasa khawatir ketika korban tidak kunjung tiba di tempat kerja hingga pukul 05.30 Wita.
"Menurut keterangan keluarga korban, mereka mulai gelisah setelah menerima kabar bahwa Abi belum tiba di tempat kerja hingga pukul 05.30 Wita," kata Kasi Humas Polres Luwu Timur, Ipda Mustajuddin, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/6) malam.
Mendapat informasi tersebut, kakak ipar korban melakukan pencarian dengan menyusuri jalur yang biasa dilalui korban menuju puskesmas. Sekitar pukul 06.00 Wita, korban ditemukan tergeletak di area persawahan yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
"Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang. Tubuhnya dipenuhi lumpur, namun pakaiannya masih lengkap," ujar Mustajuddin.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, tim dokter menemukan sejumlah luka robek dan memar di bagian kepala korban. Luka tersebut diduga akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hanya dalam waktu sembilan jam setelah jasad korban ditemukan, terduga pelaku berhasil diamankan.
Polisi Tangkap Pelaku
Pelaku diketahui berinisial AD (17), seorang pelajar kelas X di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Kalaena.
"Benar, pelaku sudah diamankan sembilan jam setelah jasad korban ditemukan," kata Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh. Junus.
Menurut Junus, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan motif kekerasan seksual. Polisi menduga pelaku telah lama mengamati korban dan kerap mengintip aktivitas korban sebelum akhirnya membuntuti saat korban berangkat bekerja.
"Dugaan sementara [motif] terkait kekerasan seksual. Pelaku sering mengintip korban mandi sehingga muncul niat untuk membuntuti korban," ujarnya.
Polisi menduga pelaku mencegat korban di jalan dan berupaya melakukan pemaksaan. Namun korban melakukan perlawanan dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke area persawahan.
"Pelaku sempat memaksa korban saat dicegat di jalan, tetapi korban melawan lalu melarikan diri ke tengah sawah," tutur Junus.
Korban kemudian diduga dikejar hingga puluhan meter ke area pematang sawah. Dalam pengejaran itu, pelaku disebut membawa sebongkah batu beton yang kemudian digunakan untuk menyerang korban.
"Setelah berhasil menyusul korban, pelaku diduga menghantam kepala korban menggunakan batu hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian," ucapnya.
Pelaku Masih Kerabat Korban
Fakta lain yang terungkap, pelaku merupakan tetangga sekaligus masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
"Pelaku yakni sepupu dua kali korban yang tinggal tepat di samping rumahnya," kata Junus.
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku melalui sejumlah petunjuk yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk jejak kaki yang mengarah ke kawasan sekitar Gereja GPDI.
"Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI," ujarnya.
Di lokasi tersebut, warga menemukan sebuah celana pendek yang dipenuhi lumpur. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan celana tersebut milik AD.
"Setelah personel memeriksa celana pendek tersebut diketahui adalah milik AD yang tinggal persis di samping rumah korban," terangnya.
Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mencari bukti tambahan. Di rumah itu ditemukan bekas lumpur di kamar mandi. Namun saat didatangi, pelaku telah melarikan diri melalui pintu belakang.
"Dengan ditemukannya barang bukti serta petunjuk tersebut sehingga kuat dugaan pelaku adalah AD," ungkap Junus.
Setelah berhasil ditangkap, AD dibawa ke Polsek Mangkutana untuk menjalani pemeriksaan. Mengingat statusnya masih anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), penanganan kasus selanjutnya diserahkan kepada penyidik Polres Luwu Timur.
Saat ini polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga terjadi sebelum korban dibunuh.
Editor : Muhammad Nur