Bantu Geng Motor Hindari Razia Balap Liar, Dua Pemuda di Makassar Diamankan Polisi
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Aparat polisi mengamankan dua pemuda berinisilal MN (30) dan FK (30) yang diduga memantau pergerakan aparat saat operasi penertiban balap liar dan geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keduanya diduga menyiarkan langsung posisi polisi melalui media sosial.
Kedua pemuda tersebut diamankan oleh tim Trisula Polrestabes Makassar saat melakukan patroli dan penindakan di lapangan di Jalan Veteran Utara, pada Minggu (21/6). Polisi menduga keduanya memberikan informasi terkait keberadaan petugas kepada pelaku balap liar dan geng motor.
"Telah diamankan dua orang oleh tim di lapangan yang diduga melakukan kegiatan yang patut dicurigai memantau atau memata-matai polisi dengan memberikan informasi kepada pelaku balap liar dan geng motor terkait keberadaan petugas," ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, pada Senin (22/6/2026).
Sangkala mengatakan, kedua remaja itu diduga menggunakan fitur siaran langsung atau live streaming melalui media sosial untuk menyampaikan informasi kepada kelompok balap liar. Polisi masih mendalami platform yang digunakan, termasuk kemungkinan melalui Facebook atau media sosial lainnya.
"Mereka melakukan siaran langsung mungkin melalui Facebook dan media sosial lainnya sehingga pelaku balap liar dan geng motor dapat menghindari lokasi-lokasi yang sudah kami persiapkan untuk mengantisipasi kegiatan mereka," katanya.
Dalam pengamanan tersebut, polisi turut menyita handphone yang diduga digunakan untuk melakukan siaran langsung. Barang bukti itu kini diperiksa untuk mendukung proses penyelidikan.
"Barang bukti yang diamankan adalah handphone yang digunakan dalam kegiatan tersebut," ungkap Sangkala.
Sangkala menilai tindakan itu dapat menghambat upaya penegakan hukum terhadap pelaku balap liar dan geng motor yang selama ini meresahkan masyarakat. "Ini sangat merugikan kami sebagai petugas karena bisa menghambat kegiatan kami dalam menertibkan balap liar dan geng motor," tuturnya.
Saat ini penyidik masih mendalami motif kedua remaja tersebut. Polisi juga akan menelusuri apakah terdapat unsur pidana dalam perbuatan yang dilakukan.
"Kami melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait maksud dan tujuan mereka melakukan kegiatan tersebut. Apabila nantinya tidak ditemukan unsur pidana, maka akan dilakukan pembinaan dengan memanggil orang tua mereka," pungkas Sangkala.
Editor : Muhammad Nur