Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ramai Isu Panic Buying BBM, Pemprov Sulsel–Pertamina Sidak SPBU dan Tegaskan Stok Aman
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa Dipiting saat Demo Kelangkaan BBM di Kantor Pertamina Regional Sulawesi

Sabtu, 12 September 2026 | 12:01 WIB
  • author LeoMN
Mahasiswa Dipiting saat Demo Kelangkaan BBM di Kantor Pertamina Regional Sulawesi
Demo kelangkaan BBM di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berujung ricuh di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax serta LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Aksi awalnya berlangsung kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan pintu masuk kantor Pertamina dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI.

Mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan "Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil." Massa sempat hendak membakar ban, namun upaya tersebut dilarang oleh polisi.

Sekitar satu jam berorasi, situasi mulai memanas lantaran tidak ada pejabat atau perwakilan Pertamina yang menemui massa. Sejumlah mahasiswa kemudian nekat memanjat pagar kantor.

"Kedatangan kami di sini sebagai bentuk keresahan masyarakat. Kami sampaikan jika kalian takut keluar temui kami, saya yang masuk, Pak," teriak salah seorang mahasiswa dari atas pagar.

Mahasiswa menilai pelayanan Pertamina terhadap masyarakat belum maksimal. Mereka mengeluhkan antrean panjang di sejumlah SPBU yang membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

"Kita antre dari sore sampai subuh, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sulsel," ucap mahasiswa tersebut.

Dua mahasiswa kemudian melompat masuk ke area kantor Pertamina. Keduanya langsung diamankan, ia terlihat dipiting petugas keamanan yang berjaga di lokasi dan kemudian dipaksa keluar dari area kantor.

Melihat rekannya diamankan, massa lainnya berusaha masuk ke dalam kantor. Namun, upaya tersebut dihalangi aparat kepolisian.

Sementara itu, dua mahasiswa yang telah berada di dalam area kantor terus meminta dilepaskan. Setelah beberapa saat, keduanya akhirnya dikeluarkan melalui pintu gerbang.

Panglima Besar GAM Makassar, Fajar Wasis, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan penyebab kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg yang terjadi di sejumlah daerah di Sulsel.

"Kami melihat bahwa persoalan distribusi BBM, baik itu Pertalite, Pertamax, dan gas 3 Kg, itu merupakan tanggung jawab dari Pertamina untuk menyediakan secara cukup. Namun, hari ini masyarakat masih sulit mendapatkannya," kata Fajar kepada wartawan.

GAM juga menyoroti pernyataan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang menyebut antrean di sejumlah SPBU terjadi akibat panic buying.

Menurut Fajar, pernyataan tersebut justru terkesan menyalahkan masyarakat yang khawatir tidak mendapatkan BBM dan LPG 3 Kg.

"Persoalan kelangkaan BBM dan gas LPG 3 kilo itu kemudian tidak mampu dibenarkan dengan alasan bahwa masyarakat yang kemudian salah karena dia yang panik sehingga melakukan pembelian secara tidak wajar," ujarnya.

Fajar menilai pernyataan tersebut keliru dan tidak sepatutnya disampaikan karena kondisi kelangkaan telah membuat masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan energi.

"Saya kira kendalanya jelas bahwa Pertamina tidak mampu untuk mendistribusikan secara optimal terkait persoalan ini. Kemudian dia juga tidak mampu memberikan solusi dan hanya menyalahkan masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, GAM juga mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia karena dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan energi.

Mereka juga meminta General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mundur apabila tidak mampu memberikan solusi konkret dalam waktu dekat.

"Tapi kami meminta dulu langkah konkretnya. Dan ketika PT Pertamina tidak mampu memberikan solusi dalam waktu dekat ini, maka kami meminta juga untuk segera pencopotan GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi," pungkas Fajar.

Sementara itu, Humas Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya menghargai penyampaian aspirasi mahasiswa selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga mempertanyakan perizinan aksi tersebut kepada pihak kepolisian.

"Demonya ada izinnya, gak? Penyampaian aspirasi diperkenankan tapi juga harus sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Lilik.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut