Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 22 Tersangka Passobis di Sulsel Ditangkap, Ada yang Catut Nama Menkeu Purbaya
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Liter Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Selayar saat Kelangkaan BBM Landa Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 16:53 WIB
  • author LeoMN
Ribuan Liter Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Selayar saat Kelangkaan BBM Landa Sulsel
Ribuan Liter Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Selayar. Foto: LeoMN

SELAYAR, iNewsCelebes.id – Polisi mengungkap dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar sebanyak 2.600 liter di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ribuan liter solar tersebut ditemukan dalam 13 drum berkapasitas masing-masing 200 liter. Seluruh drum ditemukan dalam kondisi terisi penuh saat petugas melakukan pengungkapan.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar Iptu Sukarman mengatakan, pengungkapan dilakukan Unit II Tipidter Satreskrim Polres Kepulauan Selayar di Dusun Padang Selatan, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 19.45 Wita.

“Polres Kepulauan Selayar melalui Unit II Tipidter Sat Reskrim, menemukan dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar sebanyak 2.600 liter,” ujar Sukarman dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi pemilik BBM tersebut yakni Diana, perempuan berusia 49 tahun yang berdomisili di Dusun Padang Selatan, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu.

Polisi menduga solar tersebut diperoleh dari Ramli, pemilik Pertashop di Dusun Lembang Jaya, Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu.

Solar tersebut diduga dibeli dengan harga Rp9.000 per liter setelah distribusi BBM pascakehadiran kapal tanker pada 2 September 2026.

Menurut Sukarman, sebelumnya terdapat 19 drum berwarna biru yang berisi solar. Namun, saat petugas melakukan pengungkapan, tersisa 13 drum dengan total 2.600 liter.

“BBM bersubsidi tersebut kemudian diduga dijual kembali dengan harga Rp10.500 per liter. Berdasarkan hasil penyelidikan, pembelinya didominasi oleh nelayan,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami asal-usul solar tersebut, termasuk proses perolehan dan mekanisme distribusinya hingga berada di tangan pemilik.

“Temuan ini masih kami dalami, khususnya terkait sumber BBM, proses perolehannya, serta dugaan penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Kami akan menindaklanjuti setiap informasi yang mengarah pada adanya pelanggaran,” jelas Sukarman.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut