Musim Hujan di Sulsel Diprediksi Mulai November 2026, Ini Wilayah yang Diguyur Lebih Dulu
Menurut Ayi, perbedaan awal musim hujan tersebut dipengaruhi karakteristik iklim Sulsel yang beragam. Kondisi itu membuat awal musim hujan tidak berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah.
"Sulawesi Selatan mempunyai karakteristik iklim yang sangat unik, Pantai Barat musim hujan, Pantai Timur-nya musim kemarau. Utara Sulawesi Selatan hujan sepanjang tahun. Jadi kita mempunyai keunikan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga 2027 tidak berarti seluruh wilayah Sulsel akan mengalami kekeringan sepanjang tahun.
Menurutnya, pengaruh El Nino lebih terlihat pada pengurangan jumlah curah hujan di sejumlah wilayah.
"Jadi irisannya, eliminasi, fungsi eliminasinya itu ada pada pengurangan daripada curah hujannya. Tadi sudah diprediksi berapa milimeter pengurangan curah hujannya," ujarnya.
Nasrol menjelaskan, di sejumlah wilayah curah hujan yang biasanya mencapai 50 milimeter dapat turun menjadi sekitar 30 milimeter akibat pengaruh El Nino.
Sementara wilayah yang biasanya memperoleh sekitar 30 milimeter pada periode kering diprediksi hanya mendapatkan sekitar 20 milimeter atau kurang.
"Ada daerah-daerah yang dengan El Nino ini bisa mencapai biasanya 50 milimeter menjadi 30 milimeter. Ada yang biasanya 30 milimeter pada saat musim keringnya menjadi 20 milimeter ke bawah atau diprediksi rendah. Nah, itu kontribusinya," jelasnya.
Editor: Muhammad Nur