Ribuan Babi di Makassar Direlokasi, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Limbah
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sebanyak 1.200 ekor babi milik 49 peternak di kawasan Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditertibkan dan direlokasi, Senin (12/10/2026).
Penertiban dilakukan setelah keberadaan peternakan di kawasan permukiman tersebut berulang kali dikeluhkan warga. Keluhan terutama terkait bau menyengat serta kotoran dan limbah peternakan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan mencemari lingkungan.
Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan persoalan peternakan babi di wilayah tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Aduan masyarakat terus bertambah hingga keluhan warga sempat viral.
"Banyak ternak yang berada di kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Aduan masyarakat juga terus bertambah, bahkan sempat viral karena warga menyampaikan keluhannya," ujar Syahril.
Menurut Syahril, pemerintah kecamatan telah melakukan berbagai upaya sebelum penertiban, mulai dari sosialisasi, mediasi, hingga pendekatan persuasif kepada para pemilik ternak.
"Kami menyampaikan kepada pemilik bahwa bau peternakan ini dikeluhkan masyarakat. Selain itu, kotoran dan limbahnya juga perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lingkungan," tambahnya.
Pelaksana Tugas Asisten I Setda Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan penertiban dilakukan karena lokasi peternakan berada di kawasan yang diperuntukkan sebagai permukiman, bukan peternakan.
"Berdasarkan rencana tata ruang kota, kawasan ini merupakan zona permukiman, bukan zona peternakan. Karena itu, keberadaan peternakan di lokasi tersebut perlu ditertibkan," tuturnya.
Penertiban tersebut juga mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.
Dalam prosesnya, Pemerintah Kota Makassar menyediakan kendaraan truk untuk membantu mengangkut ternak ke lokasi tujuan sesuai keinginan pemilik. Kegiatan ini melibatkan Kecamatan Panakkukang, Satpol PP, unsur TNI-Polri, Damkarmat, dan tokoh masyarakat.
Andi Irwan mengatakan pemerintah telah melakukan pendekatan selama sekitar enam bulan terakhir melalui sosialisasi dan komunikasi dengan para peternak. Sosialisasi disebut telah dilakukan tiga kali atau lebih sebelum penertiban berlangsung.
"Sebagian besar warga sebenarnya sudah bersiap dan ada yang telah memindahkan ternaknya secara mandiri," ungkapnya.
"Namun, masih ada yang belum sempat melakukan pemindahan. Karena itu, hari ini pemerintah hadir membantu proses tersebut," lanjutnya.
Dia menegaskan, penertiban dilakukan untuk menata kawasan permukiman sekaligus menindaklanjuti keluhan warga. Pemerintah juga berupaya memastikan proses pemindahan berlangsung melalui koordinasi dengan para pemilik ternak.
"Atas kerjsama semua pihak, hewan-hewan yang selama puluhan tahun berada di kawasan perkotaan itu pun kita pindahkan melalui proses yang mengedepankan kerja sama, bukan pendekatan represif," jelasnya.
Pemerintah berharap relokasi peternakan babi tersebut dapat mengurangi gangguan lingkungan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Kesadaran.
Editor: Muhammad Nur