Pemuda di Gowa Dibusur hingga Luka di Pipi dan Tangan, Polisi Selidiki Pelaku
GOWA, iNewsCelebes.id – Seorang pemuda berinisial MNR (21) menjadi korban pembusuran oleh sekelompok pengendara sepeda motor di Jalan Mustafa Dg Bunga, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian pipi dan tangan kanan akibat terkena anak panah busur. Korban bahkan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Muhailis Haeruddin, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
"Diduga tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian pipi dan tangan," kata Muhailis saat ditemui di Mapolresta Gowa, Senin (12/10/2026).
Menurut Muhailis, polisi masih menyelidiki identitas para pelaku dan mendalami motif penyerangan tersebut.
Penyidik juga telah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Untuk saat ini, langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik yakni mendalami dan memeriksa CCTV untuk mengungkap fakta dan pelaku sebenarnya," ujarnya.
Polisi menduga penyerangan dilakukan oleh sekelompok remaja yang menggunakan sepeda motor. Namun, Muhailis belum memastikan apakah kelompok tersebut merupakan geng motor.
"Yang bersangkutan adalah kelompok remaja pada saat melakukan aksinya menggunakan motor," katanya.
Ia menambahkan, penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta motif di balik aksi pembusuran tersebut.
Sebelumnya, kakak korban, Faisal M (36), mengungkapkan bahwa adiknya diserang saat dalam perjalanan pulang setelah makan mi di kawasan Pamolongan.
Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor di sekitar gerbang SMA 10 Gowa.
Menurut Faisal, rombongan tersebut diperkirakan berjumlah 30 hingga 40 sepeda motor.
"Korban dari makan mi lalu pulang. Di perjalanan, dia berpapasan dengan rombongan geng motor sekitar 30 sampai 40 motor di depan gerbang SMA 10 Gowa," kata Faisal saat ditemui di rumahnya di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Minggu (11/10/2026).
Faisal mengatakan, saat berpapasan dengan rombongan tersebut, korban langsung diserang. Sepeda motor yang dikendarai adiknya bahkan sempat ditendang.
Beruntung, korban tidak terjatuh dan masih bisa melarikan diri. Namun, anak panah busur mengenai bagian pipi dan tangan kanannya.
Meski mengalami luka, korban tetap berusaha mengendarai sepeda motornya hingga tiba di rumah.
Faisal kemudian membawa adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban awalnya dibawa ke RSUD Syekh Yusuf. Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, karena membutuhkan tindakan operasi.
"Setelah mengurus administrasi di Rumah Sakit Wahidin, adik saya menjalani operasi sekitar pukul 14.00 Wita. Dia baru sadar setelah salat Isya," ungkap Faisal.
Ia menjelaskan, berdasarkan perkiraan keluarga, anak panah yang mengenai adiknya menancap cukup dalam. Keluarga juga mendapat informasi dari dokter bahwa ujung mata busur berada dekat dengan tulang rawan hidung korban.
Saat ini, kondisi korban berangsur membaik. Ia masih menjalani masa pemulihan dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
Faisal mengatakan, keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Gowa. Mereka juga berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk membantu penyelidikan.
Menurut Faisal, pihaknya telah mengantongi tiga rekaman CCTV yang kemudian diserahkan kepada polisi.
"Rekamannya sudah saya serahkan untuk membantu penyelidikan," jelasnya.
Faisal menegaskan bahwa adiknya tidak memiliki musuh dan tidak tergabung dalam kelompok tertentu.
Karena itu, keluarga menduga korban menjadi sasaran penyerangan secara acak oleh rombongan pengendara motor tersebut.
Keluarga berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami berharap pelakunya segera ditemukan dan ditangkap. Semoga ada efek jera supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harap Faisal.
Editor: Muhammad Nur