BPBD Pangkep menduga sejumlah faktor dapat menjadi penyebab hilangnya para nelayan tersebut. Cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang, hingga kemungkinan kerusakan mesin di tengah laut menjadi faktor yang sering terjadi pada kasus serupa.
“Tidak menutup kemungkinan perahu mengalami kendala teknis atau terhambat cuaca yang saat ini tidak menentu. Diperkirakan perahu bisa hanyut ke arah timur, termasuk wilayah Kepulauan Selayar,” kata Akbar.
Sementara itu, informasi hilangnya nelayan ini juga disebarkan melalui media sosial. Seorang warga bernama Hasrin Hasrian mengunggah permohonan bantuan pencarian di Facebook.
Dalam unggahannya, Hasrin menyebutkan bahwa jollor asal Pulau Sanane diduga hanyut di sekitar perairan Pulau Lilikang, Desa Sabalana. Ia juga menyampaikan kekhawatiran pihak keluarga karena para nelayan tersebut disebut tidak membawa bekal.
“Kami keluarga besar Pulau Sanane sangat khawatir. Sudah 12 jam melakukan pencarian, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan jollor tersebut,” tulisnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
