JENEPONTO, iNewsCelebes.id – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemecatan sepihak terhadap seorang guru honorer di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.
Guru tersebut disebut dipecat setelah memprotes dirinya digantikan oleh adik kandung kepala sekolah yang dinyatakan lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Dalam video yang beredar luas, guru honorer perempuan itu mengaku telah mengabdi selama empat tahun di sekolah tersebut.
Namun, tiba-tiba dikeluarkan setelah mempertanyakan pergantian dirinya dengan kerabat kepala sekolah.
“Kenapa saya dialihkan ke Bahasa Inggris, padahal jurusanku PGSD, bukan Bahasa Inggris,” ujar guru honorer dalam video tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa selama ini tidak pernah merugikan guru lain karena kelas yang diampunya sebelumnya kondisi kosong.
“Kalau dia memang (adik kepsek) aktif honor dari dulu tidak masalah, ini dia menggantikan posisi saya,” katanya.
Guru honorer tersebut menyebut penunjukan pengganti dilakukan secara mendadak tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya.
“Jangan seenaknya. saya tidak mau kelasku diambil dan saya tidak mau dialihkan ke Bahasa Inggris,” tegasnya.
Tak hanya itu, dalam rekaman tersebut juga terdengar pernyataan bernada intimidatif yang diduga berasal dari pihak sekolah.
“Saya bisa kasi keluarko di sini karena kau masih honor. Kurang ajar sekali ini pendidik, tena nahargai a (tidak menghargai saya),” ucap kepsek memukul meja.
Tak lama kemudian, kepala sekolah secara terbuka menyatakan pemberhentian guru honorer tersebut.
“Sekarang begini, kau berhenti jadi honor, saya keluarkanko, titik. Jangan melawan,” katanya sembari meninggalkan ruangan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto, Basri mengaku masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait video perselisihan ini.
"Saya juga kurang tahu pasti (waktu kejadiannya), besok saya tanyakan kapan mulai itu sebelum viral," ucap Basri kepada wartawan, Minggu (11/1/2026)
Lanjut Basri, pihak sekolah dan guru yang terlibat perselisihan akan dipertemukan pada Senin (12/1) besok.
"Besok rencana ada pertemuanku membahas ini. Nanti setelah selesai baru saya sampaikan," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
