Lokasi penemuan berada di sebelah utara Puncak Gunung Bulusaraung, tepatnya di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari pantauan awal, bagian badan pesawat dan ekor terlihat berada di lereng bawah dengan kontur medan yang sangat terjal.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim AJU langsung bergerak menuju lokasi serpihan terbesar.
Namun hingga kini proses evakuasi belum dapat dilakukan karena akses menuju titik badan pesawat dinilai berisiko tinggi serta masih diselimuti kabut tebal.
“Untuk jalur evakuasi, kami tetap merencanakan menggunakan jalur pendakian karena dinilai lebih aman, meskipun jaraknya lebih jauh dibanding jalur lain yang lebih dekat namun sangat terjal,” kata Andi Sultan.
Sebanyak sekitar 476 personel SAR gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR lainnya disiagakan untuk membantu proses evakuasi.
Tim SAR memastikan operasi akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
