Sementara itu, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik M. Kafrawy Saenong menilai penghentian impor solar dan optimalisasi penyerapan produk kilang domestik merupakan langkah maju dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan tata kelola agar iklim usaha tetap sehat.
“Ya tentu ini adalah bagian dari langkah bagaimana menyehatkan siklus ekonomi energi dalam negeri. Namun, Pertamina juga jangan sampai menjadi tidak menguntungkan para investor dalam hal ini,” ujarnya.
Para akademisi berharap kebijakan penguatan kilang dalam negeri melalui RDMP tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok energi nasional secara menyeluruh demi mewujudkan kemandirian energi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
