Menurutnya, jika pemuda dari wilayah Utara berjalan sendiri atau hanya berdua, mereka kerap menjadi sasaran pemukulan oleh sekelompok pemuda dari wilayah Selatan. Hal yang sama juga terjadi sebaliknya.
“Kalau anak Utara jalan sendiri atau dua orang, langsung dipukuli oleh sekelompok pemuda anak Selatan. Begitu juga sebaliknya kalau anak Selatan yang lewat sendiri,” katanya.
Selain aksi pemukulan, warga juga mengaku kerap terjadi pelemparan batu ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi konflik.
“Rumah salah satu warga di bagian selatan juga pernah dilempari batu sampai dindin rumah terbuat dari seng itu bocor-bocor,” tambahnya.
Hingga saat ini motif pasti perkelahian antar kelompok pemuda tersebut belum diketahui. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk meredam konflik yang meresahkan masyarakat di Pulau Balang Lompo
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
