Beberapa tahapan adat tersebut di antaranya mappacci (penyucian diri), mappenre botting (antar mempelai), mappasikarawa (sentuhan pertama), mapparola (kunjungan balik), hingga massita baiseng (silaturahmi keluarga).
“Seluruh rangkaian ini mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjadi bentuk rasa syukur,” jelasnya.
Mengantisipasi lonjakan pendaftaran, pihak Kemenag Sulsel telah menginstruksikan seluruh jajaran agar tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Kami sudah mengingatkan sebelum libur Lebaran agar layanan pendaftaran dan pencatatan nikah setelah Lebaran tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
