Tangki Modifikasi Keliling SPBU, Sekprov Sulsel Minta Aparat Tindak Tegas

LeoMN
Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi selatan (Sulsel), Jufri Rahman. (Foto: LeoMN).

Dia menyebut, sejumlah opsi yang dapat digunakan sebagai langkah mitigasi, seperti penggunaan kompor berbahan kayu atau bahan bakar alternatif lainnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi pasokan LPG di Sulawesi Selatan masih aman.

"Stok BBM dan LPG kita sejauh ini aman, hanya memang perlu ada mitigasi," jelasnya.

Sementara itu, pihak Pertamina juga memastikan kondisi serupa. Sales Area Manager Retail Sulawesi Selatan dan Barat PT Pertamina (Persero), Rainier Axel Siegfried Gultom menyatakan bahwa pasokan BBM di wilayah Sulsel dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

"Stok kita aman, operasional normal bahkan ditambah. Harga juga tidak berubah," ujarnya.

Namun, Pertamina mengakui adanya peningkatan aktivitas pembelian yang dinilai tidak wajar. Antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir disebut lebih disebabkan oleh perilaku pembelian berlebih.

"Kami melihat tensinya tidak menurun. Antrean masih terjadi, ini sudah di luar kewajaran. Kami sudah koordinasi dengan kepolisian," kata Rainier.

Dari hasil koordinasi tersebut, ditemukan indikasi adanya oknum yang membeli BBM secara berulang untuk dijual kembali. Hal ini diperkuat dengan penggunaan kendaraan bertangki modifikasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU agar lebih selektif dalam melayani pembelian BBM.
Pengisian dalam jumlah tidak wajar, terutama yang dilakukan berulang, diminta untuk ditolak.

Pengawasan juga diperketat dengan melibatkan aparat kepolisian guna memastikan distribusi BBM tetap tepat sasaran.

Di sisi lain, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong kebijakan penghematan energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Sejumlah langkah telah diterapkan, seperti skema work from home (WFH), pembatasan konsumsi BBM, hingga efisiensi anggaran.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penghematan anggaran hingga Rp204,4 triliun.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup hemat energi, baik di rumah maupun di tempat kerja, serta memprioritaskan penggunaan transportasi publik

Editor : Muhammad Nur

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network