Santri digembleng dengan metode tahfizh intensif sekaligus pendampingan belajar untuk masuk perguruan tinggi favorit.
Ayahanda Qhoamila, Syamsul Kahar, mengaku terharu atas prestasi yang diraih putrinya meski latar belakannya hanya petani.
“Kami hanya petani biasa. Tidak menyangka anak kami bisa jadi calon dokter. Semua karena berkah Al-Qur’an. Terima kasih untuk Ust. Supriyansa dan Al-Hafisku yang sudah membimbing anak kami sampai titik ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ibunda Mutmainnah menambahkan, Qhoamila sejak kecil sudah bercita-cita menjadi dokter agar bisa mengobati orang-orang di kampung.
“Dia bilang, ‘kalau sudah dokter nanti, mau gratiskan berobat untuk orang tidak mampu’. Semoga Allah mudahkan jalannya,” tuturnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
