Posisi pelatih kemudian diambil alih Ahmad Amiruddin sebagai caretaker hingga akhir musim. Ia didampingi Direktur Teknik baru PSM, Zulkifli Syukur, untuk membawa tim keluar dari tekanan zona degradasi.
Di tengah situasi sulit, PSM tetap mampu meraih beberapa kemenangan penting pada putaran kedua yang akhirnya menjadi penentu keselamatan mereka.
Musim ini juga menjadi momentum munculnya sejumlah pemain muda yang mulai mendapat menit bermain lebih banyak dan menjadi bagian penting dalam rotasi skuad.
Meski berhasil bertahan di Super League, finis di posisi ke-15 tetap menjadi hasil yang mengecewakan bagi publik Makassar. Sebagai salah satu klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, PSM sebelumnya dikenal sebagai tim papan atas dan langganan perebut gelar juara.
Kondisi tersebut membuat manajemen diperkirakan akan melakukan evaluasi besar-besaran menghadapi musim 2026/2027, mulai dari jajaran pelatih, komposisi pemain, hingga pembenahan internal klub agar Juku Eja bisa kembali bersaing di papan atas.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
