Pasangan Kekasih Remaja di Makassar Ditangkap Saat Edarkan Sabu

Ardi Wira
Pasangan kekasih di Makassar ditangkap Polisi. Foto: Ardi Wira

MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Polisi menangkap pria berinisial AR (19) bersama kekasihnya LI (19) karena diduga mengedarkan sabu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain itu, seorang pria berinisial MI (19) pembeli sabu yang diedarkan pasangan remaja itu juga turut diamankan.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan warga yang melihat kedua pelaku tengah memasang paket sabu melalui CCTV di rumahnya Jalan Mannuruki, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Senin (8/6). Pihak Sat Resnarkoba Polrestabes Makassar yang mendapatkan informasi mendatangi lokasi.

"Masyarakat melihat melalui CCTV di rumahnya ada sepasang remaja yang menempelkan diduga narkotika. Kemudian anggota bergerak ke sana, mengecek CCTV dan melakukan penyelidikan di lokasi," ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, Akbp Lulik Febyantara, pada Kamis (18/6/2026).

Setelah melakukan pemantauan, polisi kemudian menemukan seorang pria berinisial MI yang mengambil paket narkotika dari lokasi tempelan pada hari itu juga sekitar pukul 14.00 WITA. Pelaku langsung diamankan bersama sejumlah paket yang diduga berisi narkotika.

"Saat anggota di sana ditemukan seorang laki-laki inisial MI yang mengambil tempelan tersebut. Pelaku diamankan bersama beberapa paket diduga narkotika," kata Lulik.

Tidak berhenti di situ, polisi kembali melakukan pengintaian di lokasi yang sama. Hasilnya, pada sore harinya sekitar pukul 17.00 WITA, polisi menangkap pelaku pasangan kekasih yang diduga hendak kembali menempelkan paket narkotika di tempat tersebut.

"Dari kedua pelaku ini kami menemukan petunjuk beberapa paket yang sudah ditempel di sekitar lokasi, kurang lebih ada enam paket," ungkap Lulik.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku diperintah oleh seseorang yang tidak mereka kenal melalui media sosial Instagram. Mereka bertugas mengambil sabu, membaginya ke dalam beberapa saset kecil, lalu menempelkan paket tersebut di sejumlah titik yang telah ditentukan.

"Mereka diperintahkan oleh orang yang tidak dikenali melalui aplikasi Instagram untuk mengambil narkotika, memecah dalam beberapa saset, kemudian ditempel di beberapa lokasi dan dilaporkan kembali," jelas Lulik.

Lulik menuturkan, motif pasangan kekasih ini menjalankan aksi tersebut karena faktor ekonomi. "Motifnya masalah ekonomi," tuturnya.

Menurut Lulik, para pelaku menerima bayaran melalui aplikasi dompet digital setiap kali berhasil menjalankan aksinya. Pelaku perempuan menerima sekitar Rp 500 ribu untuk setiap kegiatan, sementara pelaku laki-laki memperoleh bayaran hingga Rp 2 juta.

"Setiap kegiatannya selesai mereka dibayar melalui aplikasi dana. Untuk pacarnya itu sekitar Rp 500 ribu dan laki-laki kurang lebih Rp 2 juta," pungkasnya.

Editor : Muhammad Nur

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network