SIDRAP, iNewsCelebes.id – Setelah sukses menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini kembali menarik perhatian investor asing.
Kali ini, Perusahaan energi asal Kanada, Portage Energy Group bersama Acacia Energy, menjajaki investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) senilai sekitar 80 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,3 triliun.
Tak hanya PLTSa, penjajakan investasi tersebut juga mencakup pengembangan pembangkit listrik berbasis biogas dari limbah kotoran ayam, energi panas bumi (geothermal), hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi pusat energi baru terbarukan di Indonesia.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan kunjungan investor tersebut merupakan tahap awal untuk melihat langsung potensi energi yang dimiliki daerahnya sebelum memasuki proses kajian lebih lanjut.
"Ini adalah kunjungan investor. Mr. Stephen bersama tim melakukan kunjungan dalam rangka menjajaki kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, pembangunan pembangkit listrik biogas menggunakan kotoran ayam, geotermal, dan PLTS. Empat target itu akan dilakukan upaya penjajakan potensi," kata Syaharuddin.
Menurutnya, keberadaan PLTB yang telah beroperasi menjadi modal besar bagi Sidrap untuk menarik investasi di sektor energi hijau. Jika proyek PLTSa terealisasi, Sidrap akan memiliki dua pembangkit energi terbarukan berskala besar yang memanfaatkan sumber energi berbeda, yakni angin dan sampah.
Syaharuddin menilai proyek PLTSa memiliki peluang besar karena letak geografis Sidrap berada di tengah sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Posisi tersebut dinilai ideal untuk membangun kerja sama antardaerah dalam memenuhi kebutuhan bahan baku sampah.
"Karena Sidrap berada di tengah, maka tentu bisa menjalin kerja sama dengan daerah tetangga seperti Parepare, Soppeng, Wajo, Barru, Enrekang, dan Pinrang. Kalau waste-to-energy ini berjalan di Sidrap, tentu akan mengurangi beban pemerintah Sidrap dan daerah sekitar untuk mengubah sampah menjadi listrik," ujarnya.
Editor : Arham Hamid
Artikel Terkait
