Strategi pertama adalah penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah utara. Jalur tersebut dipilih karena memiliki kapasitas debit air yang lebih besar sehingga diharapkan mampu memperkuat distribusi ke kawasan yang selama ini sering mengalami kekurangan pasokan.
Sementara strategi berikutnya adalah melakukan pengerukan saluran air baku yang menghubungkan kawasan Manggala dengan Waduk Nipah-Nipah.
Menurut Andi Syahrum, normalisasi saluran tersebut menjadi pekerjaan penting karena berdasarkan informasi warga sekitar, pengerukan terakhir dilakukan sekitar tahun 1979.
"Pengerukan ini dilakukan agar aliran air baku menuju instalasi pengolahan lebih lancar sehingga kapasitas produksi air bersih juga meningkat," katanya.
Di tengah proses pembenahan sistem distribusi, PDAM tetap mengerahkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih kepada pelanggan di wilayah yang masih mengalami gangguan layanan akibat kerusakan jaringan maupun dampak pemadaman listrik.
Meski bersifat sementara, pelayanan melalui mobil tangki diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga distribusi melalui jaringan pipa kembali normal.
Andi Syahrum optimistis kombinasi tiga strategi tersebut akan mempercepat pemulihan layanan air bersih di wilayah utara Kota Makassar sekaligus mengurangi keluhan pelanggan yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air.
Ia menambahkan, setelah ketersediaan air baku dipastikan stabil, PDAM akan melanjutkan program perluasan jaringan distribusi dan pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
"Kami ingin memastikan debit air sudah mencukupi. Setelah itu jaringan akan diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan air bersih secara optimal," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
