Nanas Disebut Tak Pernah Dibahas Spesifik
Ni’matullah juga mengaku tidak mengetahui secara spesifik mengenai pengadaan bibit nanas ketika program tersebut dibahas DPRD.
Dia menyebut pemerintah provinsi saat rapat paripurna hanya menyampaikan sejumlah contoh komoditas yang masuk dalam program pengadaan dan pengembangan bibit hortikultura.
"Sub program itu sama sekali kami tidak tahu dan waktu itu Pemprov menyampaikan di rapat paripurna hanya sejumlah contoh dan tidak pernah menyentuh nanas," ungkapnya.
Menurut Ni’matullah, saat itu sejumlah komoditas sempat disebut, seperti pisang, sukun, durian, hingga jahe. Namun, pengadaan bibit nanas disebut tidak pernah disampaikan secara khusus.
"Tidak sempat tersebut nanas sehingga kami juga tidak punya sama sekali pengetahuan tentang nanas," tegasnya.
Dia juga membantah anggapan bahwa pengadaan bibit nanas merupakan anggaran terbesar dalam program tersebut.
"Belum tentu itu yang paling besar, ada yang lebih besar di sini," ujarnya.
Ni’matullah kembali menegaskan bahwa DPRD tidak mengetahui secara detail mengenai pengadaan bibit nanas tersebut.
"Karena seperti saya bilang, ada sukun, ada durian musangking, ada jahe, itu. Kita tidak tahu sama sekali soal ini," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
