Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pria di Makassar Bobol Rumah Warga yang Ditinggal Liburan ke Luar Negeri, Harta Rp1,5 Miliar Raib
Advertisement . Scroll to see content

Harga Beras di Makassar Mulai Turun, Satgas Pangan Polda Sulsel Pantau Stabilitas Harga di Pasaran

Jum'at, 01 Maret 2024 | 08:50 WIB
  • author Sazili M
Harga Beras di Makassar Mulai Turun, Satgas Pangan Polda Sulsel Pantau Stabilitas Harga di Pasaran
Harga beras di Pasar Tamammaung Kota Makassar mulai turun. Foto: Ist

Lebih lanjut, Habidin menyebut bahwa harga beras dari pabrik adalah Rp16.000 per kilogram, sementara di pasarnya dia menjualnya seharga Rp18.500 per kilogram.

"Kalau per liter sekitar Rp13.000 lebih," tambahnya.

Harga beras sedikit berbeda di Pasar Pa'baeng-baeng, Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Harga beras jenis premium turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk beras jenis medium, harganya masih stabil di Rp14.000 per kilogram.

Daeng Nambung (36), seorang pedagang beras di pasar tersebut, mengatakan bahwa lonjakan pembeli biasanya terjadi seminggu sebelum Ramadan.

"Untuk sementara belum terlalu ramai sih. Biasa-biasa saja. Nanti kalau satu minggu menjelang puasa baru banyak pembeli," katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf, menyatakan bahwa Satgas Pangan Polda Sulsel terus memantau stabilitas harga di pasar.

Menurut Helmi, pemantauan juga dilakukan di gudang-gudang Bulog dan pemasok beras.

"Satgas pangan Sulsel bekerja setiap hari. Ada perintah dari Markas Besar untuk memeriksa ketersediaan bahan pokok setiap beberapa hari," ujarnya kepada awak media.

Helmi mengatakan bahwa ada peningkatan harga beras beberapa hari sebelumnya, namun satgas pangan telah melakukan pengecekan di seluruh wilayah.

"Ikhtiar untuk mencegah penimbunan," tegasnya.

Helmi menegaskan bahwa hingga saat ini Satgas Pangan Polda Sulsel belum menemukan adanya penimbunan beras.

"Sudah memeriksa gudang-gudang beras. Tidak ada penimbunan. Masalahnya lebih terkait dengan masa panen yang belum dimulai," tambahnya.

Editor: Sazili MustofaEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut