Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Berburu Kendaraan Listrik di GIIAS Makassar 2026, BYD Bawa Segmen Mobil Keluarga Lewat Lini M6
Advertisement . Scroll to see content

Dituduh Curi HP, Sekuriti Klinik Kecantikan Jadi Korban Pengeroyokan di Makassar

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:07 WIB
  • author LeoMN
Dituduh Curi HP, Sekuriti Klinik Kecantikan Jadi Korban Pengeroyokan di Makassar
Suasana pengeroyokan di Klinik Kecantikan berada di persimpangan Jalan Haji Bau-Jl. Rajawali, Kota Makassar. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sekuriti klinik kecantikan berinisal FDL di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban pengeroyokan oleh kawanan pemuda. Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) hingga viral di media sosial.

Kapolsek Mariso, Kompol Aris Sumarsono, mengatakan peristiwa pengeroyokan ini bermula dari tuduhan pencurian telepon seluler yang dialamatkan kepada korban.

“Awalnya, ini diantara pelaku, ada kehilangan hp, ndak tau bagaimana ceritanya, akhirnya menanyakan, menuduh istilahnya, korban ini yang ambil,” ujar Kompol Aris Sumarsono, kepada wartawan di Kantornya, Kamis sore (8/1/2026).

Menurut Aris, kejadian awal berlangsung di belakang sebuah klub malam elit di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kecamatan Tamalate. Mengetahui korban sedang berjaga di klinik kecantikan, para pelaku kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengeroyokan secara bersama-sama.

"Ini para pelaku, mendapat informasi, korban itu kerja di situ. Akhirnya maunya konfirmasi, tapi langsung terjadi pemukulan," katanya.

Korban yang merasa tidak bersalah dikatakan telah meminta kawanan pelaku melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalate, namun jawaban tersebut tidak diterima. 

"Pada saat cekcok itu, korban bertahan, karena bukan dia yang mengambil. Makanya di sarankan untuk melapor, tapi temanya terlanjur ada yang memukul, akhirnya terajadi pemukulan tarjadi," tuturnya.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut