get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertamina Klaim Stok LPG 3 Kg Aman Selama Ramadan di Sulsel, Tambah 426.840 Tabung

Pantau SPBU di Makassar, Permintaan BBM Diprediksi Naik 8 Persen Saat Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 16:36 WIB
header img
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia melakukan pemantauan di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa siang (17/02/2026).

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulsel diprediksi naik saat Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, terutama untuk produk gasoline, sementara konsumsi solar justru diperkirakan menurun.

 

Hal ini terungkap saat PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia melakukan pemantauan di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (17/2/2026) siang.

Pantauan iNews Celebes,ketiganya melakukan pengecekan langsung pengisian BBM sesuai aturan spesifikasi kendaraan dan jenis BBM yang digunakan konsumen, hingga melihat langsung sampel BBM khususnya Pertalite dan Pertamax  guna memastikan kualitas dan kesesuaian standar.

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muh Yoga Prabowo, mengatakan kenaikan permintaan diperkirakan menyasar Pertalite, Pertamax hingga Pertamax Turbo.

“Biasanya akan terjadi peningkatan demand khususnya produk gasoline itu untuk Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Estimasi kami meningkat 7,5 sampai 8 persen,” ujar Yoga kepada wartawan disela pemantauan. Selasa (17/2/2026).

Yoga memprediksi lonjakan konsumsi BBM akan mencapai puncaknya pada H-7 Lebaran Idul Fitri.

“Perkiraannya puncak arus mudik H-7 sampai Hari H, sekitar tanggal 19 atau 20 Maret. Untuk arus balik kami prediksi H+3 sampai H+7, puncaknya tanggal 26 sampai 30 Maret,” jelasnya.

Gasoil Diprediksi Menurun

Berbeda dengan gasoline, konsumsi BBM jenis gasoil seperti Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex justru diperkirakan mengalami penurunan selama Ramadan.

“Biasanya angkutan barang, logistik dan industri tidak beroperasi normal. Kami proyeksikan turun 10 sampai 11 persen,” tambah Yoga.

Sementara itu, untuk avtur atau bahan bakar pesawat, diprediksi akan mengalami kenaikan sekitar 4 persen. Hal ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat melalui jalur udara, mengingat Makassar menjadi salah satu tujuan mudik utama di kawasan timur Indonesia.

Menghadapi lonjakan tersebut, Pertamina memastikan kesiapan tiga terminal utama penyuplai BBM di Sulawesi Selatan, yakni di Makassar, Parepare dan Palopo.

“Kesiapan stok dan suplai di seluruh terminal BBM, yakni Makassar, Parepare dan Palopo dalam kondisi aman dan siap. Di lembaga penyalur seperti SPBE, SPBU, pangkalan hingga Pertashop kami minta melakukan build up stok selama masa mudik dan arus balik,” ujar Yoga.

Ia menambahkan, kondisi stok BBM bersifat fluktuatif tergantung suplai dan permintaan. Namun secara umum masih dalam kondisi aman.

“Rata-rata ketahanan stok Pertalite di 9 hari dan Pertamax di 9,4 hari,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia memastikan kuota BBM untuk wilayah Sulawesi Selatan masih mencukupi.

“Data kuota untuk Biosolar sebesar 741.391 kiloliter dan Pertalite 1.136.082 kiloliter. Secara jumlah ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, stok BBM dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan selama Bulan Suci Ramadan hingga Idul Fitri. Pengawasan juga akan difokuskan pada daerah tujuan mudik dan kawasan wisata, termasuk wilayah yang secara historis pernah mengalami kendala distribusi akibat faktor eksternal seperti cuaca.

Pemerintah daerah bersama Pertamina berkomitmen memastikan distribusi BBM berjalan lancar guna mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut