Dukung Pariwisata, Wabup Barru Dorong Pesta Adat Paenge Masuk Kalender Wisata Resmi
Selain itu, ia mendorong agar kegiatan adat ini terus dikemas lebih baik dan terintegrasi dalam kalender resmi pariwisata daerah. Dengan demikian, Pesta Adat Paenge dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menghadirkan lebih banyak pengunjung setiap tahunnya.
“Ini kegiatan tahunan yang luar biasa. Harus masuk dalam agenda resmi daerah agar publikasinya lebih luas. Jika terkelola dengan baik, bukan hanya masyarakat lokal, tetapi wisatawan dari luar daerah bahkan nasional dapat turut hadir,” tambahnya.
Suasana semakin hangat ketika Wakil Bupati turut menyinggung salah satu tradisi khas dalam rangkaian acara, yakni prosesi “dibasahi” sebagai simbol keberkahan.
Dengan nada santai, ia menyampaikan bahwa Bupati Barru pada prinsipnya siap mengikuti tradisi tersebut.
“Ibu Bupati sebenarnya siap juga ‘dibasahi’ kalau hadir di sini. Ini bagian dari tradisi dan kebersamaan yang harus kita jaga,” ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan masyarakat.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Barru menegaskan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya seperti kebersamaan dalam tradisi makan bersama, penggunaan busana adat, hingga pelaksanaan Mappadendang yang sarat makna syukur atas hasil panen.
menjaga dan melestarikan tradisi sebagai identitas daerah.
“Pelihara ki ini, jaga ki ini, budayakan ki ini, dan lestarikan ki ini. Karena dari sinilah kekuatan Barru berasal—dari budaya, dari kebersamaan, dan dari cerita yang terus kita hidupkan,” pungkas Abustan.
Sebelumnya, Ketua Panitia A. Pananrangi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil partisipasi aktif masyarakat serta dukungan berbagai pihak. Ia juga mengungkapkan bahwa Pesta Panen Adat Paenge telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2025, setelah melalui proses pengusulan yang cukup panjang.
“Penetapan ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun,” ujarnya.
Editor : Muhammad Nur