Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Serapan Anggaran Minim, Wali Kota Makassar Minta Kepala OPD Tidak Asal Tanda Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Wali Kota Makassar Genjot Urban Farming, Lorong Sempit Jadi Lahan Produktif

Kamis, 30 April 2026 | 15:34 WIB
  • author LeoMN
Wali Kota Makassar Genjot Urban Farming, Lorong Sempit Jadi Lahan Produktif
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meninjau lokasi pengembangan urban farming di lorong warga, Kamis (30/4/2026). Foto: LeoMN

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Wali Kota, Makassar Munafri Arifuddin terus mendorong pengembangan urban farming sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Komitmen itu ditunjukkan saat ia meninjau langsung dua lokasi pengembangan di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Wajo, Kamis (30/4/2026).

Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan, urban farming menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Hari ini kami meninjau langsung dua lokasi pengembangan urban farming, kelompok tani lorong di Tamalate dan Wajo. Ini bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pertanian kota tidak sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi menjadi solusi nyata untuk menggerakkan ekonomi warga dan membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan. Ia menegaskan program ini kini masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

Pada titik pertama di Kelurahan Tanjung Merdeka, Tamalate, Munafri mengunjungi Kelompok Tani Anging Mammiri. Di lokasi tersebut, ia menyaksikan panen kangkung rawa yang tumbuh di lahan terbatas. Selain itu, kelompok tani juga mengembangkan kompos dari sampah organik, kerajinan berbahan limbah, serta edukasi pemilahan sampah.

“Di Tamalate ini menarik, mereka mulai dari inovasi sederhana dan kini fokus pada kangkung. Satu bedeng bisa menghasilkan hingga 150 kilogram per bulan dengan masa panen tiga sampai empat minggu,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan pasar kangkung di wilayah tersebut cukup tinggi, bahkan mencapai sekitar 150 kilogram per hari, sehingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan lorong di sekitar SD Negeri Butung, Kelurahan Butung, Wajo. Di lokasi ini, urban farming dikembangkan secara terpadu melalui budidaya ikan nila, peternakan ayam petelur, serta tanaman hortikultura seperti cabai, sawi, dan kucai.

Munafri menilai model tersebut mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan. Bahkan, produksi telur di kawasan tersebut turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan stunting.

“Ini menunjukkan program pemberdayaan yang dilakukan secara kolaboratif mampu memberikan dampak langsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan praktik baik tersebut perlu direplikasi di seluruh wilayah Kota Makassar. Pemerintah kota, kata dia, akan terus memberikan dukungan lintas sektor melalui berbagai perangkat daerah.

“Semua kecamatan harus punya urban farming. Kita sesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Camat Wajo Ivan Kala’lembang menyebut kawasan lorong di wilayahnya kini berkembang menjadi lahan produktif melalui integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan skala rumah tangga.

Ia mengungkapkan, produksi telur ayam petelur jenis Australorp atau ayam coper di wilayah tersebut mencapai 12 hingga 20 butir per hari dan terus meningkat. Program ini juga didukung kemitraan dengan peternak skala besar, termasuk fasilitas mesin penetasan telur.

Selain itu, masyarakat memanfaatkan lahan sempit untuk menanam berbagai komoditas seperti cabai, tomat, terong, hingga lombok katokkon khas Tana Toraja.

“Ke depan, kami akan mengembangkan program satu telur untuk satu anak stunting setiap hari sebagai bagian dari kontribusi urban farming dalam meningkatkan gizi masyarakat,” ujarnya.

Ivan berharap program ini terus berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Makassar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut