get app
inews
Aa Text
Read Next : 117 Sapi Kurban Siap Dikirim ke Kalimantan, Bupati Barru Cek Kesiapan Karantina Hewan Garongkong

Tanam Serentak Opla, Bupati Barru Tegaskan Pertanian Pilar Ekonomi

Kamis, 30 April 2026 | 16:46 WIB
header img
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengikuti kegiatan tanam serentak program optimasi lahan (Opla) di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026). Foto: Akbar

BARRU, iNewsCelebes.id - Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan kembali ditegaskan melalui kegiatan percepatan tanam program optimasi lahan (Opla) yang digelar di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru Sulsel, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Momentum ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, hingga petani.

Percepatan tanam ditandai dengan penanaman padi bersama di lahan Kelompok Tani Sepe’e 1. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barru, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, unsur Forkopimda, Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, serta Camat Barru.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan “jantung” perekonomian daerah.

“Pertanian adalah jantungnya Kabupaten Barru. Saya tidak ingin salah memilih, sektor ini harus ditangani oleh orang-orang yang tepat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, Bulog, hingga para penyuluh pertanian.

Menurutnya, peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga gabah petani yang saat ini berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.200 per kilogram.

Lebih lanjut, Andi Ina menyebut, sektor pertanian berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.

“Ini bukan kata Bupati, tapi data BPS. Artinya sektor pertanian kita benar-benar memberi kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan peningkatan produksi tidak lepas dari program Luas Tambah Tanam (LTT) dari Kementerian Pertanian.

 Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga mendekati 36.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman.

“Yang tadinya satu kali panen bisa dua kali, bahkan tiga kali. Itulah kekuatan LTT,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Barru.

“Ibu Bupati ini salah satu yang paling rajin ke Kementerian Pertanian. Wajar kalau Barru banyak mendapatkan bantuan,” bebernya.

Ia menyebut Barru menjadi salah satu lokasi strategis dalam program optimasi lahan nasional seluas 50.000 hektare, dengan progres tanam ditargetkan mencapai 80 hingga 90 persen.

Menurutnya, Barru dikenal sebagai daerah dengan produktivitas padi tinggi di Sulawesi Selatan, yakni mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

“Barru selalu menorehkan prestasi. Produktivitasnya tinggi, bahkan bisa mencapai 7 ton per hektare,” katanya.

Data produksi juga menunjukkan tren peningkatan dari sekitar 129 ribu ton menjadi 139 ribu ton, yang turut mendukung stok beras nasional sekitar 5 juta ton.

Untuk menghadapi tantangan seperti El Nino, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul berumur genjah, optimalisasi pompanisasi, serta penguatan sistem irigasi.

“Kalau satu kali tanam harus jadi dua kali, kalau dua kali harus jadi tiga kali,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ahmad, melaporkan bahwa pada 2025 Barru mendapat alokasi program Opla seluas 1.943 hektare.

Program ini mampu meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen berdasarkan data BPS.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan penanaman di lahan seluas 50 hektare menggunakan varietas padi Inpari.

 Untuk musim tanam berikutnya (MT3), direncanakan penggunaan varietas super genjah Cakra Buana dengan umur panen sekitar 75 hari.

Ia menargetkan realisasi tanam optimasi lahan mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026.

“Ini langkah strategis agar produksi tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim,” tutupnya

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut