Kisah Andi Herawati! Eks Biduan Orkes Kini Jadi Driver Ojek demi Bertahan Hidup
Dengan sepeda motor, ia menyusuri lorong-lorong dari Tabaria hingga Manuruki, menjajakan dagangan demi menyambung hidup.
Dari hasil itu, ia menabung sedikit demi sedikit hingga mampu membeli bentor (Becak Motor red).
Kendaraan roda tiga itu kemudian menjadi alat perjuangan baru mengantar anak sekolah, membawa penumpang, sekaligus menjadi saksi bisu perjalanan panjangnya sebagai tulang punggung keluarga.
“Dari bentor itu saya hidupkan anak-anak,” katanya.
Dari 12 anak yang dilahirkannya, empat di antaranya telah meninggal dunia.
Kini, tersisa delapan anak yang masih menjadi bagian dari perjuangannya sebagian di antaranya masih bergantung pada kerja kerasnya.
Ia kembali menjalani peran gandasebagai ibu sekaligus ayahuntuk kedua kalinya.
Tak ada keluh panjang. Hanya kerja yang tak pernah berhenti.
Rumah sederhana berukuran 6x12 meter yang berdiri di kampung itu pun menjadi bukti ketekunan itu.
Ia membangunnya perlahan, dari tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun.
“Suami kedua saya tukang bangunan, jadi kami bangun sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Namun hidup tak pernah benar-benar ringan. Di usia senja, Andi Herawati tetap melaju di jalanan, mengantar penumpang bahkan hingga ke Pangkep dan Jeneponto.
Tak hanya itu, ia juga menerima pesanan kue tradisional, bahkan memungut botol plastik bekas untuk menambah biaya listrik.
“Saya kerja apa saja, yang penting halal,” ucapnya.
Di rumah itu, ia kini tinggal bersama satu anak dan seorang cucu.
Editor : Arham Hamid