Bukan Badai Teluk Benggala, BMKG Ungkap Pemicu Ancaman Hujan Sangat Lebat di Sulawesi Selatan
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. BMKG menetapkan wilayah Sulsel masuk dalam daftar zona merah yang berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat dalam sepekan ke depan.
Peringatan ini muncul di tengah ramainya isu peringatan dini Badai Monsun di Teluk Benggala yang dirilis oleh negara tetangga seperti Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia sejak 15 Mei 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa fenomena Badai Monsun di Teluk Benggala tersebut posisinya relatif jauh, sehingga tidak berdampak langsung pada cuaca di Indonesia. Namun, warga Sulsel justru harus mewaspadai fenomena atmosfer lain yang saat ini sedang aktif tepat di atas pulau Sulawesi.
Gelombang Kelvin Aktif di Sulawesi, Picu Pertumbuhan Awan Hujan Ganas Menurut analisis terbaru BMKG, cuaca di Sulawesi Selatan saat ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal yang sangat aktif. Selain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), wilayah Sulawesi saat ini sedang dilintasi oleh Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur.
Fenomena Gelombang Kelvin inilah yang secara langsung mendukung pertumbuhan awan konvektif secara masif, meningkatkan suplai uap air, dan memicu cuaca ekstrem di langit Sulawesi Selatan.
"Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut menyebabkan peningkatan suplai uap air dan kondisi atmosfer yang lebih mendukung terjadinya hujan," jelas Andri, Senin (18/5/2026).
Meskipun cuaca di Indonesia secara umum hanya didominasi hujan ringan hingga sedang, wilayah Sulawesi Selatan menjadi salah satu pengecualian yang wajib siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG mengimbau warga Sulsel agar tidak panik dengan isu badai dari luar negeri, tetapi tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lokal seperti banjir dan tanah longsor. Pastikan selalu memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @infoBMKG.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar