Ikut Misi Gaza, 2 Warga Sulsel Diculik Tentara Israel, Andi Sudirman: Kami Pantau Terus!
Ibunda Angga, Sutrawati Kaharuddin, mengatakan anaknya berangkat menuju Gaza melalui jalur laut dari Pelabuhan Marmaris, Turki, bersama puluhan kapal misi kemanusiaan lainnya.
“Anak saya berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki. Informasinya ada 56 kapal. Sebelum sampai tujuan, mereka dicegat tentara Israel di laut,” ujar Sutrawati di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar.
Menurut Sutrawati, pihak keluarga baru mengetahui kabar tersebut setelah melihat pemberitaan dan menerima informasi dari pihak Rumah Zakat.
Dia mengaku masih sempat berkomunikasi dengan putranya melalui WhatsApp sebelum kontak akhirnya terputus.
“Jam tiga sore kemarin masih sempat balas WhatsApp saya. Saya bilang supaya hati-hati, banyak berdoa dan selalu meminta perlindungan Allah,” tuturnya.
Sutrawati juga mengungkapkan, putra sulungnya sebenarnya memiliki riwayat mabuk laut. Namun, Angga tetap bersikeras mengikuti misi kemanusiaan demi membantu warga Palestina.
“Dia memang mabuk laut, tapi tetap ingin berangkat membantu Palestina. Saya cuma pesan supaya selalu ingat Allah dan perbanyak istighfar,” ucapnya.
Diketahui, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang dilaporkan dicegat militer Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina.
Editor : Arham Hamid