get app
inews
Aa Text
Read Next : Makassar Tawarkan Potensi Pariwisata dan Industri di IGS 2026

Investasi Dikejar, Lingkungan Terabaikan: WALHI Soroti Arah Pembangunan Sulsel

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:19 WIB
header img
Banjir bandang melanda Sulawesi selatan akibat kerusakan lingkungan. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkap terjadi krisis ekologis dan penyempitan ruang sipil di Sulawesi Selatan. Sebanyak 21 kabupaten/kota masuk kategori zona risiko tinggi hingga sedang.

Hal ini terungkap dalam peluncuran hasil riset bertajuk “Demokrasi yang Pudar di Tengah Lanskap yang Rapuh: Potret Keadilan Ekologis dalam Bayang-Bayang Penyempitan Ruang Sipil di Tiga Bentang Alam Sulawesi Selatan”.

Kegiatan ini digelar di Lantai 2 Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jum'at, (05/06/2026) lalu.

Riset yang disusun selama Januari hingga April 2026 itu mengkaji kondisi ekologis dan ruang sipil di tiga wilayah berbeda, yakni ekosistem pesisir Kota Makassar, kawasan karst Kabupaten Maros, serta wilayah hutan dan pertambangan di Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Departemen Riset Keterlibatan Publik WALHI Sulawesi Selatan, Slamet Riadi, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang ditopang sektor pertambangan, konstruksi, dan pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya diikuti perlindungan lingkungan yang memadai.

“Dalam satu dekade terakhir, kejadian bencana ekologis di Sulsel melonjak drastis, dari 47 kasus pada 2015 menjadi 147 kasus pada 2025. Banjir, longsor, dan kekeringan bukan lagi insiden sporadis. Ia telah menjadi pola struktural yang berulang setiap tahun, mengancam keselamatan dan penghidupan warga yang paling rentan,” ujar Slamet dikutip dari laman resmi Walhi Sulsel.

Berdasarkan hasil penelitian, WALHI menemukan pola kebijakan yang relatif sama di ketiga wilayah tersebut. Meski pengakuan terhadap krisis ekologis meningkat, orientasi pembangunan masih berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut