Cleaning Service Puskesmas Tewas di Persawahan Luwu Timur, Polisi Ungkap Dugaan Motif Seksual
Pelaku Masih Kerabat Korban
Fakta lain yang terungkap, pelaku merupakan tetangga sekaligus masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
"Pelaku yakni sepupu dua kali korban yang tinggal tepat di samping rumahnya," kata Junus.
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku melalui sejumlah petunjuk yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk jejak kaki yang mengarah ke kawasan sekitar Gereja GPDI.
"Dari hasil olah TKP personel menemukan jejak kaki terduga pelaku yang setelah ditelusuri sampai di samping gereja GPDI," ujarnya.
Di lokasi tersebut, warga menemukan sebuah celana pendek yang dipenuhi lumpur. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan celana tersebut milik AD.
"Setelah personel memeriksa celana pendek tersebut diketahui adalah milik AD yang tinggal persis di samping rumah korban," terangnya.
Petugas kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mencari bukti tambahan. Di rumah itu ditemukan bekas lumpur di kamar mandi. Namun saat didatangi, pelaku telah melarikan diri melalui pintu belakang.
"Dengan ditemukannya barang bukti serta petunjuk tersebut sehingga kuat dugaan pelaku adalah AD," ungkap Junus.
Setelah berhasil ditangkap, AD dibawa ke Polsek Mangkutana untuk menjalani pemeriksaan. Mengingat statusnya masih anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), penanganan kasus selanjutnya diserahkan kepada penyidik Polres Luwu Timur.
Saat ini polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga terjadi sebelum korban dibunuh.
Editor : Muhammad Nur