Semarak Piala Dunia 2026, Warga Jalan Titang Makassar Kibarkan Bendera Negara Jagoan
Menariknya, semarak Piala Dunia di Jalan Titang tidak hanya datang dari kalangan pria. Perempuan hingga anak-anak juga ikut terlibat aktif dalam memasang bendera dan menghias lingkungan mereka.
Perbedaan tim jagoan dalam satu keluarga justru menambah keunikan kampung ini.
"Jadi jangan heran kalau dalam satu rumah ada 4 bendera karena bisa jadi bapaknya Jerman, bapaknya Belanda anaknya Argentina, satunya brasil di satu rumah itu," tuturnya.
Selain kemeriahan warna-warni, ada pula tradisi unik yang terus dipertahankan warga selama turnamen berlangsung.
Layaknya sebuah masa berkabung, bendera negara yang tersingkir dari persaingan akan diturunkan menjadi setengah tiang. Hal ini menjadi simbol visual bahwa perjuangan tim tersebut telah berakhir di Piala Dunia.
"Kebiasaan kita kalau kalah sama sekali tidak bisa main kita kibarkan setengah tiang supaya memperjelas bendera dan negara ini sudah tidak masuk ke putaran selanjutnya, setengah tiang," jelasnya.
Andi Parawansa menyatakan kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola menjadi alasan utama mengapa warga tetap konsisten mempertahankan tradisi tersebut hingga sekarang.
Editor : Muhammad Nur