Delapan Negara Kepicut Jajaki Investasi di Makassar Usai IGS 2026
Selain itu, potensi pengembangan kawasan kepulauan, sektor perdagangan, pariwisata, hingga berbagai proyek strategis lainnya turut diperkenalkan kepada para delegasi negara sahabat.
Munafri menilai respons yang diberikan para peserta cukup positif. Sejumlah negara disebut menunjukkan minat untuk menggali lebih jauh peluang investasi yang tersedia di Kota Makassar.
"Potensi investasi yang ada di Sulawesi sangat besar, bagaimana investasi itu bisa masuk dan mendukung pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Makassar. Ini menjadi perhatian berbagai negara yang tertarik melihat potensi yang kita miliki," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, menegaskan pihaknya akan mengawal seluruh peluang kerja sama yang lahir dari pelaksanaan IGS 2026 agar dapat berkembang menjadi kemitraan yang nyata.
Menurut Heru, kegiatan gastrodiplomasi tidak hanya menjadi sarana promosi budaya dan kuliner Indonesia, tetapi juga mampu membuka ruang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pendidikan.
"Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti dan mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan negara sahabat di Jakarta serta melalui 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri," ujarnya.
Heru juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara pada IGS 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menarik minat mitra internasional.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Makassar menjalin hubungan dengan berbagai negara merupakan bagian dari keberhasilan Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi di tingkat global.
"Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Kegiatan ini membuka peluang yang sangat besar bagi mitra internasional untuk melihat potensi luar biasa yang dimiliki Makassar dan menindaklanjutinya dalam bentuk kerja sama yang konkret," pungkasnya.
Editor: Muhammad Nur