Harga Telur Anjlok, Ratusan Peternak Demo dan Bagi-Bagi Ayam Gratis di Kantor Gubernur Sulsel
Bazuki menyebut harga telur di tingkat peternak saat ini hanya sekitar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai masih jauh dari harga acuan yang diharapkan peternak.
"Kalau hari ini kita bicara Rp20.000-Rp21.000, dampaknya harga pakan cukup tinggi, harga telur anjlok, sehingga setiap hari kita harus nomboki Rp3.000 sampai Rp4.000," ungkapnya.
Para peternak menilai kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar empat bulan dan mulai mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Hal itu pula yang menjadi alasan peternak membagikan telur dan ayam secara gratis kepada masyarakat dalam aksi tersebut.
"Kalau hari ini kita serahkan telur ke masyarakat, itu artinya percuma kita jual telurnya, lebih baik kita sedekahkan, pahalanya dapat," kata Bazuki.
Dalam aksi tersebut, Peternak Rakyat Sulawesi menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah.
Pertama, peternak meminta pemerintah menurunkan dan mengendalikan harga pakan serta membuka transparansi terkait harga bahan baku impor, mekanisme pembentukan harga, data impor, hingga distribusinya.
Kedua, peternak mendesak pemerintah menstabilkan harga telur sesuai HAP. Mereka meminta Satgas Pangan mengawasi harga di tingkat peternak dan menindak pembeli besar yang membeli telur di bawah harga acuan.
Peternak juga meminta pemerintah meningkatkan penyerapan telur lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan pengadaan pangan.
Ketiga, peternak meminta penghapusan monopoli impor bahan baku pakan dengan mengembalikan mekanisme impor kepada pasar agar harga lebih kompetitif.
Keempat, pemerintah diminta memastikan ketersediaan jagung sesuai harga acuan, memperbaiki data produksi dan kebutuhan, serta mengatur impor berdasarkan kondisi pasar.
Editor : Arham Hamid