HUT ke-81 RI, Putra Mahkota Kerajaan Gowa Soroti Perda yang Dinilai Ganggu Tatanan Adat
Bahkan, dia menyebut kondisi tersebut membuat keluarga kerajaan terpecah.
“Memang Perda ini sudah dari dulu sangat kacau sehingga kami pun terpecah belah di keluarga kerajaan,” ujarnya.
Menurut Imam, pencabutan Perda tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk kembali mempersatukan keluarga kerajaan sekaligus masyarakat Gowa.
“Kalau pemerintah bijak melihat untuk mempersatukan kembali kerajaan, dan khususnya masyarakat di Gowa, sebaiknya memang Perda itu dicabut,” tegasnya.
Imam mengatakan masyarakat adat hingga kini masih berpandangan bahwa Perda tersebut telah berdampak terhadap tatanan adat di Gowa.
Karena itu, pihak keluarga Kerajaan Gowa terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa agar proses pencabutan Perda dapat segera dilakukan.
“Kami sementara berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar pemerintah daerah juga segera mencabut Perda tersebut,” kata Imam.
Dia juga menyebut Bupati Gowa sebelumnya telah menyampaikan pandangan bahwa Perda tersebut dinilai tidak sesuai dan perlu dicabut.
“Kemarin sudah ada statement dari Ibu Bupati bahwa Perda itu tidak sesuai dan memang harus dicabut,” ujarnya.
Keluarga Kerajaan Gowa berharap proses pencabutan Perda tersebut tidak berlangsung lama.
“Kami berharapnya Perda tersebut harusnya dicabut secepatnya,” pungkas Imam.
Editor: Arham Hamid