Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Petani di Takalar Tewas Ditebas Parang oleh Adik Kandung, Polisi Dalami Motifnya
Advertisement . Scroll to see content

Terbongkar! Guru ASN di Takalar Diduga Sembunyikan HP untuk Rekam Mahasiswi di Toilet

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:46 WIB
  • author LeoMN
Terbongkar! Guru ASN di Takalar Diduga Sembunyikan HP untuk Rekam Mahasiswi di Toilet
Foto Ilustrasi kamera tersembunyi dari tempat sampah toilet. Ist

TAKALAR, iNewsCelebes.id - Seorang guru sekolah dasar (SD) berstatus aparatur sipil negara (ASN), berinisial SHL (43), di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan ditahan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Takalar.

SHL diduga melakukan perekaman secara diam-diam terhadap seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Makassar yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu SD negeri di Kecamatan Pattallassang, Takalar, pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, SHL meminta lima mahasiswi yang akan menjalani KKN di sekolah tersebut untuk terlebih dahulu menjalani tes urine.

Salah satu mahasiswi kemudian masuk ke toilet untuk mengambil sampel urine. Saat berada di dalam toilet, korban mendapat informasi dari seorang siswi bahwa SHL diduga kerap menyembunyikan telepon seluler untuk merekam orang yang berada di toilet.

Wakil Direktur PPA dan PPO Polda Sulsel, AKBP Bagus Suryo Wibowo, membenarkan informasi tersebut.

"Korban mendapat informasi dari salah satu siswi dari sekolah tersebut bahwa terlapor biasanya menyembunyikan handphone untuk merekam orang yang berada di dalam toilet," kata Bagus, Rabu (19/8/2026).

Mendapat informasi tersebut, korban kemudian kembali memeriksa toilet setelah keluar. Korban lantas menemukan sebuah telepon seluler dalam kondisi merekam video yang disembunyikan di dalam tempat sampah.

"Setelah korban keluar dari toilet, korban langsung memeriksa toilet dan menemukan handphone dalam keadaan merekam video," ujar Bagus.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto Hidayat Pabeta, mengatakan perkara tersebut kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Takalar setelah korban membuat laporan pada Sabtu (15/8/2026).

“Betul, terduga pelaku sudah kami bawa ke Polres Takalar karena diduga merekam seorang mahasiswi,” kata Haryanto dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Haryanto menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, telepon seluler yang diduga digunakan SHL disembunyikan di dalam tempat sampah kamar mandi. Kamera dan fitur perekaman video pada telepon seluler tersebut diduga dalam kondisi aktif.

Setelah mengetahui aksinya diduga terungkap, SHL disebut sempat menghapus file video dari telepon selulernya.

“Hasil rekaman video sempat dihapus oleh pelaku. Kami akan memeriksa HP pelaku dan berusaha memulihkan file rekaman video tersebut,” ujar Haryanto.

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut. Penyidik juga telah mengajukan permintaan pemeriksaan psikiatri terhadap korban dan terduga pelaku ke RS Bhayangkara Makassar.

Penyidik juga berencana mengajukan pemeriksaan digital forensik terhadap telepon seluler SHL ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengupayakan pemulihan data video yang diduga telah dihapus.

“Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengupayakan pemulihan data video yang diduga telah dihapus dari telepon seluler SHL,” jelas Haryanto.

SHL diketahui merupakan guru kelas VI di UPT SD Inpres Pasuleang II dan telah mengajar selama sekitar 10 tahun. Selain mengajar, SHL juga dikenal warga sekitar sebagai penceramah dalam sejumlah kegiatan keagamaan.

Ketua Komite SDN 135 Inpres Pasuleang, Bahar Daeng Nanga, mengatakan SHL telah lama mengajar siswa kelas VI di sekolah tersebut.

Menurut Bahar, SHL juga kerap mengisi ceramah keagamaan dalam kegiatan masyarakat, termasuk acara takziah. Bahkan, tiga hari sebelum diamankan polisi, SHL disebut masih sempat membawakan khutbah di Masjid Agung Takalar.

“Oknum guru umum ini sudah mengajar anak-anak SD kelas 6 selama 10 tahun. Dia juga kerap berceramah di acara takziah sekitar sini. Bahkan, tiga hari sebelum diamankan polisi, dia sempat membawakan khutbah di Masjid Agung Takalar,” kata Bahar kepada wartawan di lokasi, Rabu (19/8/2026).

Saat ini, SHL telah ditahan di Polres Takalar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Editor: Arham Hamid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut