Bupati Gowa Akui Sejumlah Pejabat Pemda Dinonaktifkan, Ini Alasannya
GOWA, iNewsCelebes.id - Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang membantah kabar yang menyebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dinonjobkan dari jabatannya tetapi mereka dinonaktifkan.
Husniah menjelaskan jika langkah yang dilakukan terhadap sejumlah pejabat bukanlah bentuk penonjoban, melainkan bagian dari penataan dan penyegaran di lingkungan pemerintahan.
"Saya rasa ini bukan kisruh, tapi hal yang lazim bagi pemerintah daerah untuk menata pemerintahannya menjadi lebih baik selaku kepala daerah," kata Husniah usai diperiksa di Polda Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.
Ia menegaskan, penataan tersebut dilakukan agar roda pemerintahan dapat berjalan lebih tertib dan sesuai dengan harapan masyarakat.
"Saya melakukan itu karena penyegaran, agar pemerintah ini berjalan dengan tertib sesuai dengan harapan kita bersama," ujarnya.
Husniah juga meminta agar dinamika yang terjadi di internal aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gowa tidak sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Terkhusus pada pelayanan masyarakat itu, jangan pernah diganggu atau terganggu oleh hal-hal yang terjadi di internal ASN di Kabupaten Gowa," tegasnya.
Akui Nonaktifkan Pejabat
Terkait kabar sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dinonjobkan, Husniah kembali meluruskan informasi tersebut.
"Tadi saya melakukan bukan nonjob ya, kami tidak melakukan nonjob. Berita di luar itu simpang siur, salah sekali. Saya melakukan penonaktifan terhadap beberapa pejabat SKPD, tentu ini bagian dari tugas saya," jelasnya.
Meski membenarkan adanya penonaktifan sejumlah pejabat, Husniah belum menjelaskan secara rinci berapa pejabat atau kepala OPD yang terdampak kebijakan tersebut.
"Terkait total SKPD yang dinonaktifkan nanti kita hitung sendiri," kata Husniah.
Ia juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai siapa saja pejabat yang dinonaktifkan serta alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Sebelumnya, beredar informasi mengenai sejumlah pejabat Pemkab Gowa yang disebut akan dinonjobkan. Kabar tersebut kemudian menimbulkan perhatian di lingkungan pemerintahan daerah.
Namun, Bupati Gowa memastikan langkah yang diambil merupakan bagian dari kewenangannya sebagai kepala daerah untuk melakukan penataan dan penyegaran birokrasi.
Editor: Muhammad Nur