get app
inews
Aa Text
Read Next : Truck Kontainer Terguling di Pangkep, Timpa Minibus, 3 Orang Tewas

Dari Jembatan Kayu ke Beton, TNI Buka Akses Baru bagi Warga Boriappaka Pangkep

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:03 WIB
header img
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko meresmikan jembatan beton di Pangkep. (Foto: Udin).

PANGKEP, iNewsCelebes.id - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko meresmikan jembatan beton di Kampung Rappo-Rappo Jawa, Kelurahan Boriappaka, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Jembatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam pembangunan jembatan perintis di berbagai wilayah. Kehadiran jembatan beton ini menggantikan akses jembatan kayu yang selama puluhan tahun digunakan masyarakat.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin telah dibangun sebanyak 133 jembatan. Empat di antaranya berada di Kabupaten Pangkep.

“Sore hari ini kita berada di Kampung Rappo-Rappo Jawa, di Kabupaten Pangkep. Kita meresmikan jembatan beton, program prioritas Bapak Presiden,” kata Bangun Nawoko.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kodam XIV/Hasanuddin juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menentukan lokasi pembangunan jembatan berikutnya.

Bangun menyebut, pembangunan ke depan tidak hanya berupa jembatan beton, tetapi juga jembatan perintis, Jembatan Garuda, hingga jembatan gantung.

Selain pembangunan jembatan, Kodam XIV/Hasanuddin juga menjalankan program Manunggal Air. Sebanyak 255 titik sumur bor telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat maupun mendukung sektor pertanian.

“Program prioritas berikutnya adalah pembangunan koperasi desa dan Keluarga Merah Putih,” ujarnya.

Ia menargetkan pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara terus digenjot hingga akhir 2026.

Sementara itu, warga sekaligus petani setempat, Haji Umar, mengaku sangat bersyukur dengan pembangunan jembatan beton tersebut.

Menurut Umar, sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan jembatan kayu yang kondisinya rentan, terutama ketika terjadi banjir.

“Sudah berpuluh-puluh tahun sebenarnya di sini ada jembatan, tapi jembatan kayu. Sekarang sudah jembatan beton. Ini nanti akan dinikmati anak cucu kami karena sangat kuat,” kata Umar.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut