get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Gowa Akui Sejumlah Pejabat Pemda Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Gowa, Tuntut Sitti Husniah Talenrang Mundur

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:49 WIB
header img
Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Gowa, Tuntut Sitti Husniah Mundur. Foto: Nirwan

GOWA, iNewsCelebes.id - Ribuan massa mendatangi Kantor Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026). Mereka menggelar aksi solidaritas terkait dinamika pemerintahan dan kebijakan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mundur dari jabatannya.

Massa menilai Bupati Gowa lalai dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Mereka juga mempersoalkan kebijakan penonaktifan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Aksi berlangsung di depan Kantor Bupati Gowa. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan sekaligus meminta Pemkab Gowa memberikan penjelasan terbuka mengenai kebijakan terhadap para pejabat OPD.

Tuntutan tersebut muncul di tengah polemik penonaktifan sejumlah pejabat Pemkab Gowa yang sebelumnya disebut-sebut dinonjobkan.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebelumnya membantah adanya kebijakan nonjob terhadap pejabat di lingkungan Pemkab Gowa. Ia menegaskan, langkah yang dilakukan merupakan penonaktifan sebagai bagian dari penataan dan penyegaran birokrasi.

"Saya rasa ini bukan kisruh, tapi hal yang lazim bagi pemerintah daerah untuk menata pemerintahannya menjadi lebih baik selaku kepala daerah," kata Husniah usai diperiksa di Polda Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026) lalu.

Menurut Husniah, penataan tersebut dilakukan agar roda pemerintahan berjalan lebih tertib dan sesuai dengan harapan masyarakat.

"Saya melakukan itu karena penyegaran, agar pemerintah ini berjalan dengan tertib sesuai dengan harapan kita bersama," ujarnya.

Husniah juga meminta dinamika internal ASN Pemkab Gowa tidak berdampak terhadap pelayanan publik.

"Terkhusus pada pelayanan masyarakat itu, jangan pernah diganggu atau terganggu oleh hal-hal yang terjadi di internal ASN di Kabupaten Gowa," tegasnya.

Bupati Akui Nonaktifkan Sejumlah Pejabat

Husniah membenarkan adanya sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah yang dinonaktifkan. Namun, ia kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan penonjoban.

"Tadi saya melakukan bukan nonjob ya, kami tidak melakukan nonjob. Berita di luar itu simpang siur, salah sekali. Saya melakukan penonaktifan terhadap beberapa pejabat SKPD, tentu ini bagian dari tugas saya," jelasnya.

Meski demikian, Husniah belum mengungkap jumlah pejabat yang dinonaktifkan maupun siapa saja pejabat yang terdampak kebijakan tersebut.

"Terkait total SKPD yang dinonaktifkan nanti kita hitung sendiri," katanya.

Ia juga belum merinci alasan spesifik penonaktifan masing-masing pejabat.

Sementara itu, dalam aksi yang berlangsung Senin hari ini, massa meminta persoalan tersebut dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di lingkungan pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kantor Bupati Gowa masih menjadi perhatian. Respons resmi Pemkab Gowa terkait tuntutan massa dalam aksi tersebut masih dinantikan.

Daftar 16 pejabat Pemkab Gowa yang dinonaktifkan:

1. Sekretaris Daerah (Sekda): Andy Azis Peter.

2. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga: Sahir.

3. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian: Fajaruddin.

4. Asisten Bidang Administrasi Umum: Natsir Arif.

5. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: Abidzar.

6. Kepala Dinas Perhubungan: Agus Harahap. Inspektur Inspektorat: Syahrul Syahir.

7. Kepala BPKAD: Mahmud. Sekretaris DPRD (Sekwan): Idil Hafid.

8. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan: Ary Mahdin.

9. Kepala Bappeda: Sujaddan.

10. Kepala BKPSDMD: Indra Said.

11. Kepala Bapenda: Indra.

12. Kepala Dinas Pendidikan: Taufik Mursad.

13. Kepala Dinas PMPTSP: Indra Setiawan Abbas.

14Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP): Umar Masjid.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut